Arne Slot Akui Liverpool Bertahan Terlalu Dalam saat Fulham Cetak Gol Kedua

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pelatih Liverpool Arne Slot mengakui bahwa para pemainnya bertahan terlalu dalam saat Harrison Reed mencetak gol penyama kedudukan bagi Fulham pada pertandingan Liga Inggris di Craven Cottage yang berakhir imbang 2-2, Senin.

Liverpool baru berhasil berbalik unggul saat Cody Gakpo mencetak gol pada menit ke-90+5. Namun The Reds gagal mempertahankan keunggulan dan justru kemasukan gol cantik Reed pada menit ke-90+7.

“Itu benar, tapi musim ini kami memang cukup sering kebobolan dari situasi lemparan ke dalam dan bola mati. Kami punya penyusunan tertentu dan para pemain menjalankannya. Jika lemparan jauh masuk ke kotak, saya rasa area kotak penalti sudah tertutup dengan baik. Idealnya, kalau mereka tidak mengambil lemparan jauh, kami bisa keluar lebih cepat dan lebih agresif,” kata Slot dikutip dari laman resmi Liverpool.

“Tapi Anda juga harus memberi kredit pada tembakan luar biasa itu, karena seberapa besar peluang bola dari posisi seperti itu bisa masuk? Saya rasa kecil sekali. Secara xG, itu bukan peluang besar, tapi tetap saja kami kebobolan,” lanjutnya.

Gol Reed diawali oleh situasi lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Liverpool. Saat itu delapan pemain Liverpool berada di dalam kotak penaltinya sendiri, dan Reed memiliki ruang dan waktu untuk melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang membobol gawang Alisson.

Pada pertandingan itu, Fulham yang lebih banyak ditekan justru mampu unggul terlebih dahulu melalui gol Harry Wilson pada menit ke-17. Liverpool baru mampu menyamakan kedudukan berkat gol Florian Wirtz pada menit ke-57.

“Sayangnya, sudah berbulan-bulan ini saya mengalami hal yang sama: peluang pertama yang didapat lawan, dan satu-satunya peluang mereka di babak pertama, langsung berbuah gol. Itu satu hal yang sering kami alami,” ujar pelatih asal Belanda itu.

“Hal kedua yang juga sering terjadi adalah lawan mencetak gol yang tidak kami duga pada masa tambahan waktu. Jadi ini mengejutkan, tapi sudah jadi pola,” tambahnya.

Slot pun mengakui minimnya opsi di lini depan, setelah Hugo Ekitike dan Aleksandar Isak harus menepi karena memerlukan perawatan.

“Sejak Alex tidak ada, Hugo tidak lagi bermain 60 atau 70 menit, atau sesekali mendapat istirahat. Dia harus bermain 80 atau 90 menit di setiap pertandingan, untuk pertama kalinya dalam hidupnya di level Liga Inggris, pertama kalinya tanpa jeda musim dingin, dan pertama kalinya di Liga Champions. Jadi tidak mengejutkan kalau dia kemudian merasa kelelahan dan mengalami DOMS (nyeri atau pegal otot yang muncul beberapa jam hingga 1-2 hari setelah aktivitas fisik berat,” pungkas Slot.

Setelah ini Liverpool akan kembali bermain di ibu kota, saat mereka dijamu tim pemuncak klasemen, Arsenal, Jumat (9/1).

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka