Fitur "Face Recognition" KAI Digunakan 748.855 Penumpang selama Libur Nataru

waktu baca 3 menit

'Face recognition' memungkinkan pelanggan melakukan boarding tanpa tiket fisik dan tidak perlu repot menunjukkan identitas

Jakarta (KABARIN) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 748.855 penumpang memanfaatkan fasilitas teknologi pengenalan wajah atau face recognition selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Periode tersebut berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan layanan yang lebih maksimal di tengah lonjakan mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun.

"Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan layanan maksimal di tengah peningkatan mobilitas masyarakat," kata Anne di Jakarta, Selasa.

Menurut Anne, face recognition tidak hanya mempermudah dan mempercepat proses boarding, tetapi juga memberi dampak positif terhadap efisiensi operasional sekaligus mendukung aspek keberlanjutan lingkungan.

“'Face recognition' memungkinkan pelanggan melakukan boarding tanpa tiket fisik dan tidak perlu repot menunjukkan identitas," ujarnya.

Selain membuat perjalanan lebih praktis dan lancar, inovasi ini juga membantu mengurangi penggunaan kertas tiket yang bahan bakunya berasal dari pohon. Dampaknya, KAI bisa menekan limbah sekaligus penggunaan sumber daya alam.

Anne menjelaskan, penggunaan face recognition oleh 748.855 pelanggan setara dengan penghematan sekitar 1.872 roll kertas tiket. Dari sisi biaya, efisiensi pembelian kertas mencapai sekitar Rp27,6 juta selama periode Nataru.

"Penghematan ini sekaligus berkontribusi pada pengurangan konsumsi sumber daya alam dan limbah kertas, sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang terus diperkuat KAI," ucap Anne.

Selama libur Nataru 2025/2026, lima stasiun dengan jumlah pengguna face recognition terbanyak adalah Stasiun Gambir dengan 145.025 pelanggan, disusul Yogyakarta 91.064 pelanggan, Pasarsenen 68.303 pelanggan, Semarang Tawang 51.805 pelanggan, serta Purwokerto 43.485 pelanggan.

Saat ini, fasilitas face recognition sudah tersedia di 22 stasiun di berbagai daerah. Stasiun tersebut antara lain Bandung, Bekasi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Gambir, Jember, Kiaracondong, Kutoarjo, Lempuyangan, Medan, Malang, Madiun, Pekalongan, Pasarsenen, Purwokerto, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Solo Balapan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Yogyakarta.

Anne juga menyampaikan bahwa selama masa angkutan libur akhir tahun, KAI melayani total 4.179.095 pelanggan. Angka ini tumbuh 12,02 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional, kinerja perjalanan kereta api tetap terjaga. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,68 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan berada di angka 96,13 persen.

"KAI akan terus meningkatkan layanan digital dan operasional secara berkelanjutan agar perjalanan kereta api semakin andal, aman, nyaman dan ramah lingkungan,” tambah Anne.

Ke depan, KAI berkomitmen memperluas inovasi layanan berbasis teknologi sebagai bagian dari transformasi perusahaan, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang mendukung mobilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka