Istanbul (KABARIN) - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan bahwa keputusan Pyongyang menggelar uji peluncuran rudal baru-baru ini adalah atas alasan mendesak menyusul "krisis geopolitik terkini dan situasi internasional yang rumit".
Pada Minggu (4/1), Korut meluncurkan rudal hipersonik dari distrik Ryokpho, Pyongyang, ke arah timur laut hingga mengenai sasarannya yang terletak 1.000 kilometer jauhnya, menurut laporan kantor berita KCNA, Senin.
Pernyataan pemimpin Korut itu disampaikan setelah Amerika Serikat pada Sabtu (3/1) dini hari melancarkan operasi militer terhadap Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, yang segera dibawa ke New York.
Kim menyatakan bahwa uji coba rudal tersebut mengkonfirmasi bahwa "sebuah tugas teknologi yang sangat penting untuk pertahanan nasional telah dilaksanakan".
Uji coba juga "memperlihatkan kesiapan angkatan nuklir Republik Rakyat Demokratik Korea", kata Kim, merujuk pada nama resmi Korut.
"Capaian penting telah diraih baru-baru ini dalam menempatkan kekuatan nuklir kita pada landasan praktis dan mempersiapkannya untuk perang yang nyata," ucap pemimpin Korut itu.
Ia turut menyampaikan bahwa Korut "harus memperbarui alutsista militernya, khususnya perangkat militer ofensif, secara terus menerus".
"Sejujurnya, kegiatan kita ini jelas bertujuan untuk menempatkan pencegahan perang nuklir pada basis yang sangat maju," kata Kim saat peluncuran rudal.
"Alasan kenapa hal ini diperlukan sudah terlihat dari krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit," ucap dia, menambahkan.
Sumber: Anadolu
Sumber: ANAD