Inilah Perbedaan Shio dan Zodiak dalam Dunia Astrologi

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Sejak ribuan tahun lalu, manusia sudah mengamati rasi bintang dan pergerakan benda langit untuk memahami jati diri serta memprediksi masa depan.

Fenomena ini melahirkan dua sistem astrologi besar yang hingga kini sangat populer, yakni zodiak dari tradisi Barat dan shio dari kebudayaan Timur.

Meskipun keduanya sama-sama menggunakan waktu kelahiran sebagai acuan untuk membaca karakter dan masa depan seseorang, namun masih ada perbedaan di antara kedua sistem astrologi tersebut. Berikut perbedaan antara shio dan zodiak:

1. Simbol

Dalam tradisi Barat, zodiak menentukan kepribadian berdasarkan posisi Matahari pada bulan kelahiran seseorang ke dalam 12 tanda bintang yang berbeda. Hal itu menandakan bahwa zodiak bekerja dalam siklus tahunan.

Adapun simbol dalam zodiak sendiri meliputi, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Capricorn, Sagitarius, Aquarius, serta Pisces.

Berbeda dengan shio, dalam budaya Tionghoa menggunakan siklus 12 tahun yang masing-masing diwakili oleh hewan tertentu, meliputi Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi.

Selain berdasarkan tahun, karakteristik dalam shio juga dipengaruhi oleh lima elemen dasar (Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air), sehingga menghasilkan gambaran sifat yang lebih mendalam dan kompleks.

2. Dasar perhitungan dan siklus waktu

Zodiak menggunakan siklus bulanan berdasarkan posisi matahari, sehingga tanda bintang seseorang ditentukan oleh tanggal dan bulan lahir. Sebagai contoh, Aries bagi kelahiran 21 Maret - 19 April.

Sebaliknya, shio berpatokan pada siklus 12 tahunan, dimana satu hewan mewakili satu tahun penuh, seperti shio Kuda bagi mereka yang lahir pada tahun 1942, 2002, atau 2026.

3. Makna simbol

Setiap sistem memiliki 12 simbol unik yang merepresentasikan kepribadian individu. Shio menggunakan personifikasi hewan dengan karakter tertentu, seperti tikus yang cerdik atau naga yang melambangkan kekuatan.

Sementara itu, zodiak menggunakan simbol rasi bintang untuk menggambarkan sifat manusia, misalnya Aries yang melambangkan keberanian dan Taurus sebagai simbol stabilitas.

4. Penggunaan budaya

Astrologi Barat umumnya menggunakan zodiak sebagai alat untuk membedah karakter dan potensi diri secara personal. Di sisi lain, shio memiliki akar budaya yang lebih luas dalam tradisi Tionghoa.

Selain sebagai pembaca sifat, shio juga merupakan elemen dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang memengaruhi tradisi, harapan, serta peruntungan masyarakat di setiap pergantian tahunnya.

5. Periode ramalan

Dalam sistem shio, karakter dan keberuntungan seseorang dipercaya berdasarkan hewan simbolis yang menaungi tahun kelahirannya.

Sebaliknya, zodiak menggunakan rentang waktu bulanan, di mana sifat dan nasib individu diyakini dipengaruhi oleh rasi bintang yang aktif pada saat mereka lahir.

6. Asal muasal

Shio bermula dari mitologi Tiongkok, tepatnya kisah perlombaan menyeberangi sungai untuk menentukan 12 hewan yang akan menjadi simbol kalender.

Sementara itu, zodiak didasarkan pada pengamatan astronomis terhadap posisi 12 rasi bintang relatif terhadap Bumi, dengan penamaan yang terinspirasi dari mitologi Dewa/Dewi Yunani.

7. Elemen

Shio mengidentifikasi lima elemen (api, tanah, logam, air, dan kayu) yang bersiklus selama 60 tahun. Setiap elemen tersebut memiliki makna motivasi hidup yang spesifik, seperti elemen tanah yang menyukai keamanan atau elemen air yang membentuk ikatan emosional.

Adapun zodiak hanya menggunakan empat elemen (api, tanah, udara, dan air). Di mana setiap zodiak diasosiasikan dengan salah satu elemen yang mewakili psikologis, misalnya elemen api yang impulsif atau elemen udara yang berorientasi pada intelektual.

Nah, itulah perbedaan antara shio dan zodiak yang perlu diketahui. Keduanya memiliki keunikan tersendiri dalam membedah karakter dan nasib seseorang.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka