5 Hal yang Perlu Diperhatikan Demi Kesehatan Kulit dan Rambut

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Konsultan Dermatologi di Kaya Clinic, Dr. Soham Bhattacharya mengatakan kalau kebanyakan orang masih salah kaprah dalam menggunakan produk perawatan tubuh.

Menggunakan lebih banyak produk dianggap lebih baik, misalnya menggunakan produk pembersih, scrub, masker pada waktu yang bersamaan.

"Kulit tidak dirancang untuk dipoles setiap hari. Jika wajah Anda terasa kencang setelah mencuci, itu bukan kebersihan. Itu stres," katanya dikutip dari Hindustan Times, Rabu.

Kesalahan menggunakan banyak produk dalam satu waktu menurutnya bisa bikin iritasi, jerawat yang memburuk alih-alih membaik, dan kerusakan lapisan pelindung kulit yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki.

Ia pun menyarankan lima hal yang sebaiknya diperhatikan demi kesehatan kulit dan rambut.

1. Penggunaan tabir surya yang tidak tepat

Mengoleskan sedikit saja, melewatkan pengolesan ulang, atau hanya memakainya di hari yang cerah justru menghilangkan manfaatnya.

Ia mengingatkan risiko pigmentasi, melasma, dan penuaan dini yang selalu disebabkan oleh perlindungan matahari yang tidak konsisten.

2. Hindari mitos perawatan rambut
Penggunaan minyak berlebih, pijatan kulit kepala yang agresif, dan penataan rambut dengan panas yang sering masih dianggap sebagai tradisi yang tidak berbahaya. Padahal, para dokter kulit sering melihat peningkatan kerontokan rambut yang disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Menggaruk, mencuci rambut terlalu sering, atau mengganti produk setiap beberapa minggu untuk mencari “pertumbuhan ajaib” biasanya membuat rambut lebih tipis, katanya.

3. Jangan mengabaikan perawatan tubuh
Perawatan tubuh sering diabaikan atau dilakukan secara berlebihan dengan penggunaan sabun keras, loofah, dan pengelupasan kulit setiap hari mungkin terasa memuaskan, tetapi diam-diam mengikis kulit.

4. Berhenti mengikuti tren di media sosial
Mengobati jerawat, rambut rontok berdasarkan tren di media sosial menjadi hal yang normal bagi warganet, padahal merusak.

Dr. Bhattacharya menegaskan kebiasaan yang benar-benar perlu diakhiri adalah diagnosis mandiri melalui media sosial.

5. Hentikan kebiasaan yang tidak sehat
Ia menyerukan untuk berhenti begadang, stres terus-menerus, diet ekstrem, dehidrasi hingga merokok.



Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka