Sebanyak 102.502 calhaj Indonesia ini berasal dari 10 embarkasi dan diterbangkan melalui 276 kelompok terbang (kloter)
Samarinda (KABARIN) - Musim haji 2026, Garuda Indonesia menyiapkan 15 armada pesawat berbadan lebar untuk menerbangkan 102.502 calon jamaah haji (calhaj) dari seluruh Indonesia. Penerbangan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang sudah ditetapkan bersama pemerintah.
“Sebanyak 102.502 calhaj Indonesia ini berasal dari 10 embarkasi dan diterbangkan melalui 276 kelompok terbang (kloter),” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, saat dihubungi dari Samarinda, Rabu.
10 embarkasi yang dimaksud meliputi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta (Asrama Haji Banten) dan sebagian Jakarta (Pondok Gede), Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.
Keberangkatan calhaj ke Tanah Suci rencananya berlangsung 22 April – 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan ke Madinah pada 22 April – 6 Mei 2026, dan ke Jeddah pada 7 – 21 Mei 2026. Sementara kepulangan akan dilakukan 1 – 30 Juni 2026, dari Jeddah pada 1 – 15 Juni dan Madinah pada 16 – 30 Juni 2026.
Penyiapan armada dan pengaturan jadwal ini sudah dilakukan sejak 17 Desember 2025, ketika Garuda menandatangani Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Transportasi Udara Haji periode 1447 – 1449 Hijriah (2026 – 2028) bersama Kemenhaj. Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf Hasyim dan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak.
“Melalui kesepakatan kerja sama yang ditandatangani lebih awal ini, kesiapan operasional penerbangan haji dapat turut menyelaraskan misi Pemerintah Indonesia secara berkelanjutan, yakni mendukung kemudahan perjalanan masyarakat Muslim dalam menunaikan ibadah haji,” ujar Glenny.
Glenny menambahkan, kerja sama ini juga menunjukkan keseriusan Garuda dalam menyambut penyelenggaraan ibadah haji secara optimal, sekaligus sebagai wujud kepercayaan yang diberikan untuk melayani perjalanan haji dari Indonesia.
“Berbagai upaya penyelarasan layanan terus kami lakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan dari dan menuju Tanah Suci, termasuk keamanan dan kenyamanan bagi jamaah lanjut usia yang menjadi prioritas kami,” tambahnya.
Dengan persiapan matang ini, jamaah Indonesia bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar, aman, dan nyaman, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.
Sumber: ANTARA