Jakarta (KABARIN) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang mempersiapkan kolaborasi riset terapan bidang energi baru terbarukan, teknologi digital, transportasi, lingkungan, dan penguatan daya saing industri.
Hal tersebut mengemuka dalam Indonesia–Japan Workshop on New Energy and Industrial Technology di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (6/1)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melalui keterangan di Jakarta, Rabu, menegaskan bahwa kolaborasi dengan NEDO merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam menuju hilirisasi produk bernilai tambah berbasis sains dan teknologi.
"Tantangan kita hari ini adalah bagaimana pengetahuan dan riset di perguruan tinggi dapat dikonversi menjadi teknologi yang bernilai tambah dan mampu menciptakan lapangan kerja. Kolaborasi riset yang terhubung langsung dengan industri menjadi kunci untuk mempercepat hilirisasi," katanya.
Menteri Brian mengungkapkan terdapat rencana pengembangan sekitar lima hingga tujuh proyek strategis berskala besar yang akan dikerjakan secara kolaboratif oleh perguruan tinggi, industri, dan pemerintah kedua negara.
Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, industri, dan kebutuhan pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan bahwa kolaborasi riset memberikan dampak yang sangat luas, namun riset harus dirancang agar berdampak nyata bagi perekonomian nasional.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita merencanakan riset agar benar-benar mendukung perekonomian nasional. Riset harus menjawab tantangan sosial dan teknologi, sekaligus menemukan titik temu di antara keduanya, sehingga kita dapat menentukan riset terbaik yang perlu dikembangkan," ujar Stella Christie.
Sementara, Executive Director of Technology & Innovation Strategy Center NEDO, Kikuo Kishimoto menjelaskan bahwa NEDO merupakan lembaga riset dan pengembangan nasional Jepang yang berfokus isu energi dan lingkungan global, serta penguatan teknologi industri.
Ia menilai Indonesia merupakan mitra strategis dalam pengembangan teknologi energi baru terbarukan dan industri masa depan.
"Kami berharap lokakarya ini membantu mempertemukan kebutuhan Indonesia dengan keunggulan teknologi Jepang, sekaligus mempercepat pembentukan kolaborasi riset yang konkret melalui program dan peluang pendanaan NEDO," tutur Kikuo Kishimoto.
Sumber: ANTARA