19.972 Pohon di Jaksel Ditebang Biar Gak Tumbang

waktu baca 1 menit

Jakarta (KABARIN) - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Selatan menebang 19.972 pohon sepanjang 2025 sebagai langkah mitigasi risiko pohon tumbang dan menjaga keselamatan warga.

"Pemangkasan dilakukan secara rutin dan berdasarkan hasil monitoring lapangan, laporan warga, serta hasil penilaian kondisi pohon," kata Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Herlina Merinda, Rabu (7/1).

Dari total pemangkasan tersebut, 9.466 pohon masuk kategori sedang, 5.878 pohon kategori berat, dan 2.461 pohon kategori ringan. Selain itu, 1.435 pohon ditebang, dan penanganan pohon tumbang tercatat 732 kasus sepanjang tahun.

Bulan dengan pemangkasan terbanyak adalah Juli 2025 dengan 2.042 pohon, disusul Februari (1.871 pohon) dan Oktober (1.786 pohon). Secara wilayah, Pasar Minggu tercatat paling banyak pemangkasan dengan 1.837 pohon, diikuti Pancoran (1.778 pohon) dan Jagakarsa (1.605 pohon).

Seiring meningkatnya intensitas cuaca ekstrem, Sudin Tamhut mengimbau masyarakat ikut berperan aktif dengan segera melaporkan pohon yang rawan, miring, atau berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

Warga juga disarankan lebih waspada saat melintas di bawah pepohonan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, serta hindari parkir kendaraan di bawah pohon besar yang kondisinya tidak sehat.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk merespon cepat laporan pohon rawan tumbang demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka