Kepresidenan Yaman Ambil Langkah Darurat untuk Lindungi Warga Sipil

waktu baca 2 menit

Aden (KABARIN) - Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman yang dipimpin Presiden Dr. Rashad Al-Alimi mengadakan pertemuan darurat Rabu lalu untuk membahas situasi keamanan dan militer terkini di beberapa provinsi selatan.

Pertemuan ini dihadiri beberapa anggota penting seperti Sultan Al-Aradah, Tariq Saleh, Abdulrahman Al-Mahrami, Dr. Abdullah Al-Alimi, dan Othman Majali, menurut Kantor Berita Yaman (SABA).

Pertemuan ini digelar menyusul peringatan dari Komando Pasukan Gabungan Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman terkait eskalasi serius dari sejumlah pemimpin pemberontak yang menghambat upaya de-eskalasi.

Dewan juga mendapat pengarahan soal konsekuensi jika ada anggota yang tidak merespons undangan dari Arab Saudi serta tindakan sepihak yang melemahkan perlindungan warga sipil.

Sebagai langkah tegas, Dewan memutuskan memecat Aidrous Al-Zubaidi dari jabatannya dan menyerahkannya ke Jaksa Agung atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi, merusak stabilitas politik dan ekonomi, menghalangi upaya menghadapi kudeta, dan menghasut perselisihan internal.

Selain itu, Menteri Perhubungan Abdulsalam Hamid dan Menteri Perencanaan dan Kerja Sama Internasional Waed Badhib juga diberhentikan dan dirujuk untuk penyelidikan.

Dewan menekankan bahwa semua individu yang terlibat dalam distribusi senjata dan mengancam perdamaian sipil akan ditindaklanjuti secara hukum. Mereka menegaskan bahwa negara akan bertindak tegas untuk menegakkan supremasi hukum dan melindungi hak serta kebebasan publik.

Dewan juga menekankan prinsip penting seperti persatuan dalam pengambilan keputusan militer dan keamanan serta penghormatan terhadap rantai komando. Setiap pelanggaran serius akan dipertanggungjawabkan sesuai konstitusi dan hukum.

Untuk itu, mereka menyetujui langkah-langkah mendesak, termasuk melindungi warga sipil dan fasilitas umum di Aden dan provinsi-provinsi yang telah dibebaskan. Dewan juga mendorong penyatuan komando militer dan keamanan serta pencegahan mobilisasi di luar kerangka negara.

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Arab Saudi dan Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi atas upayanya meredakan ketegangan, melindungi warga sipil, dan menjaga stabilitas.

Dewan menegaskan kembali komitmen negara untuk melaksanakan keputusan kedaulatan dan menegakkan kewenangan hukum, serta memuji kesetiaan rakyat Aden dan provinsi lain yang mendukung sistem republik selama situasi krisis.

Dewan kembali menyerukan warga untuk bekerja sama dengan aparat keamanan dan militer, serta melaporkan setiap aktivitas yang bisa membahayakan nyawa warga sipil.

Sumber: SPA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka