Rupiah Berpotensi Melemah Terseret Isu Rencana AS Kuasai Greenland

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis di Jakarta bergerak datar di level Rp16.780 per dolar AS, sama seperti penutupan sehari sebelumnya.

Meski begitu, analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai mata uang Garuda berpotensi melemah karena sentimen global terkait rencana Amerika Serikat menguasai Greenland.

"Rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.770-Rp16.820 masih dipengaruhi risiko geopolitik global seputar rencana AS ambil Greenland dan kebijakan bunga The Fed," ujarnya di Jakarta.

Mengutip laporan Kyodo, Gedung Putih menyebut rencana Presiden Donald Trump mengakuisisi Greenland dimaksudkan untuk mencegah pengaruh China dan Rusia di wilayah Arktik.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan dalam konferensi pers bahwa pembahasan akuisisi Greenland sedang berjalan dengan tim keamanan nasional Trump.

Leavitt menekankan bahwa semua opsi masih terbuka, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer, namun Trump tetap menempatkan diplomasi sebagai prioritas pertama.

Rencana tersebut memicu sorotan global karena Greenland merupakan wilayah otonom Denmark yang strategis dan kaya sumber daya, sehingga memicu reaksi keras dari para pemimpin Eropa.

Di sisi domestik, tren inflasi Desember 2025 yang meningkat ke 2,9 persen dan beban APBN 2026 menjadi faktor lain yang mempengaruhi tekanan pelemahan rupiah.

"Defisit fiskal di APBN 2026 sebesar 2,68 persen berisiko melewati target seiring pendapatan pajak berpotensi tak tercapai," tambah Rully.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka