Kak Seto Beri Pendampingan Psikologis bagi Anak Terdampak Bencana Banjir Padang

waktu baca 2 menit

Pada dasarnya anak-anak mudah sekali terpengaruh trauma tapi begitu kami datang mereka juga terpengaruh suasana gembira

Kota Padang (KABARIN) - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, yang akrab disapa Kak Seto, turun langsung memberikan penguatan dan pendampingan psikologis bagi anak-anak penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kota Padang, Sumatera Barat.

Kak Seto menegaskan anak-anak memang sangat rentan mengalami trauma setelah bencana. Namun, suasana yang hangat dan penuh keceriaan bisa membantu mereka bangkit secara perlahan.

"Pada dasarnya anak-anak mudah sekali terpengaruh trauma tapi begitu kami datang mereka juga terpengaruh suasana gembira," kata Ketua LPAI Seto Mulyadi di Kota Padang, Kamis.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan pelajar dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) mengikuti sesi penguatan mental. Pendampingan dilakukan dengan cara yang fun dan interaktif, mulai dari bermain tebak-tebakan, kuis, bernyanyi bersama, hingga aktivitas yang mengasah kemampuan akademis anak.

Menurut Kak Seto, respons para peserta sangat positif. Antusiasme anak-anak terlihat jelas dari interaksi dua arah yang terjalin selama sesi trauma healing berlangsung.

Psikolog yang juga peraih Peace Messenger Award dari Sekretaris Jenderal PBB Javier Perez de Cuellar pada 1987 itu menekankan bahwa hal terpenting saat ini adalah menjaga konsistensi lingkungan yang ramah anak pascabencana alam yang terjadi pada November 2025.

Ia menyebut, upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak harus dilakukan di seluruh wilayah terdampak, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lingkungan yang ramah anak dinilai penting agar proses pemulihan trauma bisa berjalan lebih cepat dan efektif.

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut juga mengingatkan bahwa pendampingan mental tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dukungan harus datang dari berbagai lingkungan terdekat anak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan tempat tinggal.

Selain pendampingan psikososial, Kak Seto menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak penyintas banjir bandang. Terlebih, hingga kini pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah terdampak masih belum sepenuhnya rampung.

"Kebutuhan fisik artinya sandang, pangan, papan dan semuanya harus terpenuhi," kata dia.

Menurut Kak Seto, pemulihan anak pascabencana bukan hanya soal mengobati trauma, tapi juga memastikan mereka bisa kembali merasa aman, nyaman, dan terlindungi dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka