Jepang Minta AS Adil Soal Tarif Baru, Tak Mau Dirugikan

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Jepang mendesak Amerika Serikat untuk memastikan perlakuan yang adil dalam rencana tarif baru dan tidak memperlakukan Tokyo kurang menguntungkan dibandingkan dengan perjanjian perdagangan bilateral tahun lalu, media lokal melaporkan pada Selasa.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, menyampaikan hal tersebut dalam percakapan telepon pada Senin (23/2) dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menurut Kyodo News yang mengutip kementerian perdagangan Jepang.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada Juli, Washington setuju untuk mengenakan tarif resiprokal sebesar 15 persen terhadap barang-barang Jepang, termasuk mobil, sebagai imbalan atas komitmen Tokyo untuk melakukan investasi sebesar 550 miliar dolar AS (sekitar Rp9.274 triliun) di Amerika Serikat.

Kedua pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk melaksanakan perjanjian tersebut “secara cepat dan tulus,” demikian disebutkan dalam laporan.

Namun, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif menyeluruh baru sebesar 10 persen berdasarkan kerangka hukum terpisah setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif luas sebelumnya pada Jumat.

Pada Senin, pemimpin AS itu mengatakan tarif global baru tersebut akan dinaikkan menjadi 15 persen.

Akazawa memperingatkan bahwa Jepang dapat menghadapi beban tarif tambahan jika tarif yang lebih tinggi diberlakukan secara sepihak.

Namun, ekspor pertanian Jepang seperti teh hijau dan daging sapi diperkirakan tetap akan dikenakan tarif pada tingkat yang telah berlaku saat ini.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka