Diskon Listrik Daerah Terdampak Bencana Sumatera Sedang Dikaji Bahlil

waktu baca 2 menit

Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kami lagi mengkaji berapa bulan dan biayanya berapa

Jakarta (KABARIN) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah mengkaji rencana pemberian diskon tarif listrik bagi daerah-daerah di Sumatera yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Wilayah yang masuk dalam kajian tersebut meliputi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Bahlil mengatakan, secara prinsip pemerintah siap memberikan keringanan listrik bagi warga terdampak bencana. Namun, saat ini Kementerian ESDM masih menghitung skema terbaik, mulai dari durasi diskon hingga besaran biayanya.

“Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kami lagi mengkaji berapa bulan dan biayanya berapa,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.

Menurut Bahlil, rencana diskon listrik ini merupakan respons atas surat permohonan dari para kepala daerah di wilayah yang terdampak bencana. Pemerintah pusat menilai keringanan biaya listrik bisa membantu meringankan beban masyarakat yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana.

Meski begitu, kebijakan ini belum langsung dieksekusi. Bahlil memastikan akan terlebih dahulu melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum keputusan final diambil.

“Karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberikan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita,” ujar Bahlil.

Tak hanya soal tarif listrik, Kementerian ESDM juga bergerak cepat dalam perbaikan infrastruktur kelistrikan di daerah terdampak. Bahlil menyebut masih ada sekitar 150 desa yang perlu dituntaskan pemulihan jaringan listriknya.

“Kami kirim seribu genset kepada saudara-saudara kita di sana, karena masih ada infrastruktur darat tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan,” kata dia.

Selain listrik, sektor ESDM juga telah memperbaiki layanan energi lainnya di wilayah bencana, termasuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Namun, Bahlil mengakui masih ada beberapa daerah yang membutuhkan upaya ekstra karena kerusakan infrastruktur yang cukup parah.

“Memang di sana masih ada beberapa infrastruktur di dua kabupaten atau tiga kabupaten yang masih butuh usaha yang sangat besar sekali,” kata dia.

Sebagai langkah darurat, Kementerian ESDM telah menyalurkan 1.000 unit generator set (genset) berkapasitas 5.000 hingga 7.000 volt ampere (VA) ke 224 desa di Aceh yang terdampak bencana dan belum teraliri listrik.

Tak hanya genset, bantuan juga dilengkapi dengan paket pendukung berupa 100 meter kabel NYM 2x2,5 mm, delapan buah kontak berstandar SNI, tujuh tusuk kontak SNI, stok BBM sebanyak 300 liter untuk kebutuhan 15 hari, serta dua buah isolasi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka