Jakarta (KABARIN) - Bagi banyak wanita, ritual merias wajah adalah cara untuk meningkatkan kepercayaan diri. Namun, di balik alat makeup kesayangan, tersimpan ancaman bagi kesehatan kulit jika kebersihannya diabaikan.
Dampak buruk ini seringkali baru disadari setelah kulit terlanjur bermasalah dan butuh waktu pemulihan yang lebih lama.
Alat makeup yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menjadi tempat menumpuknya residu kosmetik, minyak wajah, keringat, debu, dan kotoran lingkungan.
Kombinasi ini menciptakan lingkungan yang cocok bagi pertumbuhan bakteri dan jamur, terutama jika alat rias tersebut disimpan di tempat lembap.
Setiap kali alat kotor tersebut digunakan, tanpa disadari kamu lagi mindahin jutaan mikroba berbahaya langsung ke kulit wajah.
Maka dari itu, menunda pembersihan sama saja dengan membiarkan alat makeup kesayangan berubah menjadi sarang kuman yang siap memicu kerusakan kulit secara berulang.
Efek buruk alat makeup yang tidak dibersihkan
Berikut efek buruk alat makeup yang tidak dibersihkan.
1. Masalah kulit dan infeksi serius
Penumpukan sisa produk, minyak, debu, dan sel kulit mati menciptakan pertumbuhan bagi bakteri berbahaya seperti Staphylococcus, Streptococcus, E. coli, hingga jamur. Dampaknya meliputi:
- Jerawat dan ruam, bakteri menyumbat pori-pori dan memicu breakout parah, terutama pada pemilik kulit sensitif.
- Iritasi dan inflamasi, bulu kuas yang mengeras karena sisa produk akan terasa kasar, merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), serta memicu kemerahan dan gatal.
- Infeksi dan virus, berbagi atau memakai alat kotor meningkatkan risiko infeksi mata hingga luka dingin (cold sores).
- Parasit, kuas yang kotor dapat menyimpan tungau yang hidup di sebum dan sel kulit mati pada pangkal bulu mata atau hidung.
2. Penuaan dini dan kerusakan struktur kulit
Secara medis menurut dokter kulit Dr. Stefanie Williams melansir Glamour UK, paparan kotoran dan bakteri dari aplikator juga dapat memicu stres oksidatif akibat radikal bebas.
Hal ini berpotensi merusak kolagen dan elastin, yang menyebabkan kulit kehilangan kelembapan, tampak kusam, dan mempercepat timbulnya kerutan sebelum waktunya.
3. Penurunan kualitas dan kerusakan alat
Minyak yang menumpuk membuat bulu kuas lemas dan menggumpal, sehingga aplikator makeup menjadi tidak rata. Jika dibiarkan, struktur bulu akan rusak secara permanen, memperpendek usia pakai aplikator yang seharusnya bisa bertahan lebih lama.
Pemeliharaan alat makeup
Agar kotoran alat rias tidak menumpuk, sangat disarankan untuk mencuci kuas dan spons minimal satu kali dalam seminggu.
Kebiasaan ini tidak hanya menjamin kulit tetap sehat, tetapi juga memastikan aplikasi kosmetik pada wajah tampak lebih halus dan merata. Bahkan, perawatan yang rutin juga dapat membantu perpanjang masa pakai peralatan kecantikan.
Namun, kamu juga harus peka terhadap kondisi fisik alat rias tersebut. Berikut beberapa tanda alat makeup yang harus segera diganti:
- Bulu kuas mulai rontok secara berlebihan atau berubah menjadi kaku.
- Bentuk asli kuas atau spons sudah berubah (deformasi).
- Spons kehilangan daya kenyalnya atau mulai hancur.
Sumber: ANTARA