Jangan Sembarangan Tukar Makeup, Ini Produk yang Wajib Dipakai Sendiri

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pinjam lipstik teman saat dandan bareng atau pakai maskara orang lain mungkin terasa sepele. Padahal, kebiasaan berbagi makeup bisa berdampak buruk bagi kesehatan kulit dan mata.

Produk kosmetik yang dipakai bergantian berpotensi menjadi perantara perpindahan bakteri, virus, hingga jamur. Efeknya pun beragam, mulai dari jerawat, iritasi, infeksi mata, sampai masalah di area bibir.

Berikut sejumlah jenis makeup yang sebaiknya hanya digunakan pribadi dan tidak dipakai bersama orang lain.

1. Riasan mata berbentuk cair

Maskara, eyeliner, dan eyeshadow krim termasuk produk yang paling berisiko jika digunakan bergantian. Area mata sangat sensitif sehingga mudah mengalami infeksi.

Pemakaian bersama bisa memicu mata merah, bintitan, hingga munculnya kutil di sekitar mata. Gejala seperti gatal, perih, dan berair bahkan bisa berlangsung hingga dua minggu. Risiko ini makin besar bagi pengguna lensa kontak karena bakteri dapat terjebak di balik lensa.

Menurut Dr. Jessica Weiser yang dikutip dari Honest Docs, kemasan maskara dan eyeliner yang gelap dan lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri, jamur, dan virus untuk berkembang. Setiap kali aplikator dimasukkan kembali, udara ikut masuk dan memperpanjang usia mikroorganisme di dalamnya.

Hal serupa juga bisa terjadi pada produk tester di toko kosmetik. Jika terpaksa berbagi, gunakan aplikator sekali pakai dan hindari mencelupkannya kembali ke dalam produk.

2. Bedak

Bedak bubuk memang relatif lebih aman dibanding makeup cair, tetapi tetap bisa terkontaminasi. Minyak wajah dan bakteri dari kulit orang lain dapat menempel dan berpindah.

Jika dipakai bergantian, bedak berisiko memperparah jerawat atau memicu munculnya jerawat baru. Bila tidak bisa dihindari, semprotkan cairan pembersih khusus kosmetik dan gunakan kuas atau spons yang benar-benar bersih.

3. Produk dalam kemasan jar

Makeup atau krim wajah dalam wadah terbuka juga sebaiknya tidak digunakan bersama. Jari yang menyentuh produk akan membawa bakteri langsung ke dalam kemasan dan kemudian dioleskan ke kulit.

Dr. Engelman menyebut sekitar 60 persen produk yang diaplikasikan ke kulit bisa terserap ke dalam tubuh. Jika produk sudah terkontaminasi, kuman berpotensi masuk melalui pori-pori dan memicu masalah kulit.

4. Produk bibir

Lipstik, lip balm, lip gloss, dan lip tint termasuk kategori paling berisiko untuk dipinjamkan. Area bibir mudah terpapar air liur dan kontak langsung dengan kulit.

Salah satu ancaman serius adalah penularan virus Herpes Simplex yang bisa menempel di ujung lipstik meski tanpa gejala. Virus ini dapat menetap seumur hidup. Selain itu, virus flu dan pilek juga mudah berpindah lewat produk bibir, apalagi jika salah satu sedang kurang sehat.

Tekstur produk bibir yang lembap dan lengket membuat bakteri semakin mudah berkembang, terlebih jika aplikator sering dimasukkan kembali ke dalam kemasan.

5. Kuas dan spons makeup

Kuas dan spons juga tidak aman jika dipakai bergantian. Alat ini bisa menjadi sarang bakteri, termasuk bakteri stafilokokus yang berisiko menyebabkan infeksi serius.

Jika digunakan pada wajah yang berjerawat atau terluka, kuman dapat menempel dan menular ke orang lain. Alat makeup yang jarang dibersihkan akan menumpuk sisa produk, minyak, dan sel kulit mati yang menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka