Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut negaranya bakal meraup keuntungan luar biasa dari penjualan minyak Venezuela, dengan nilai yang bisa mencapai ratusan miliar hingga triliunan dolar.
“Kami mengambil minyak senilai miliaran dan miliaran dolar, dan itu akan menjadi ratusan miliar dolar. Itu akan menjadi triliunan dolar, tetapi kami akan berada di sana sampai kami memperbaiki keadaan negara itu,” kata Trump kepada Fox News sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Jumat.
Trump menjelaskan bahwa pada Selasa (5/1), otoritas sementara di Venezuela telah menyetujui penyerahan sekitar 30 juta sampai 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.
Ia menambahkan, dana hasil penjualan minyak tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat di kedua negara.
Tak hanya itu, Trump juga menyampaikan pada Rabu (6/1) bahwa Venezuela nantinya hanya akan membeli produk buatan Amerika. Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari “kesepakatan” antara Washington dan Caracas terkait kerja sama penjualan minyak.
Sebelumnya, pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar ke Venezuela. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap lalu dibawa ke New York.
Trump menyatakan Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” serta dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi keamanan Amerika Serikat.
Di sisi lain, pemerintah Venezuela melalui Caracas meminta digelarnya pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas operasi militer AS tersebut.
Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez. Ia kemudian dilantik secara resmi sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.
Sumber: SPU