Trump Yakin China Tak Akan Ganggu Taiwan Selama Ia Masih Menjabat

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa China tidak akan mencoba mengambil alih Taiwan selama dirinya masih menjabat sebagai presiden.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump mengatakan langkah tersebut kemungkinan baru akan dipertimbangkan jika kepemimpinan Amerika Serikat sudah berganti. Menurutnya, selama ia berada di Gedung Putih, hal itu kecil kemungkinan terjadi.

“Dia mungkin akan melakukannya setelah kita punya presiden yang berbeda, tetapi saya tidak merasa dia akan melakukannya saat saya menjadi presiden,” kata Trump.

Trump mengakui bahwa China memandang Taiwan sebagai wilayah yang ingin memisahkan diri. Meski begitu, ia menegaskan telah menyampaikan sikap tegas kepada Presiden China Xi Jinping.

“Itu terserah dia apa yang akan dia lakukan. Namun, saya telah menyampaikan kepadanya bahwa saya akan sangat tidak senang jika dia melakukan itu, dan saya tidak berpikir dia akan melakukannya,” ujarnya.

China selama ini menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara Taiwan tetap menjalankan pemerintahan sendiri sejak 1949.

Saat ditanya soal apakah operasi militer Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bisa menjadi contoh bagi negara lain, Trump menilai situasinya sangat berbeda. Ia menyebut Venezuela sebagai ancaman nyata bagi Amerika Serikat.

Trump menuding Maduro membiarkan anggota geng masuk ke wilayah AS, sesuatu yang menurutnya tidak terjadi di China.

“Anda tidak melihat orang-orang berbondong-bondong masuk ke China,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Beijing tidak menghadapi persoalan serius terkait arus narkoba lintas perbatasan seperti yang dialami Amerika Serikat.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka