Tehran (KABARIN) - Pemerintah Iran mengumumkan tiga hari berkabung nasional untuk menghormati para "martir" yang meninggal dalam gelombang protes baru-baru ini, demikian laporan stasiun televisi resmi negara.
Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya jumlah korban tewas selama kerusuhan berskala nasional yang berlangsung dua pekan terakhir, yang pemerintah Iran kaitkan dengan campur tangan Amerika Serikat dan Israel.
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan sedikitnya 111 anggota pasukan keamanan Iran tewas sejak aksi unjuk rasa pecah akibat depresiasi tajam nilai tukar rial dan reformasi subsidi besar-besaran.
Menanggapi kerusuhan, pemerintah menyerukan aksi dukungan nasional untuk Republik Islam pada Senin mendatang.
Dalam wawancara dengan IRIB, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pemerintah siap menangani ketidakpuasan ekonomi yang memicu protes, namun memperingatkan bahwa "para perusuh" tidak akan ditoleransi.
Pezeshkian juga memaparkan rencana reformasi subsidi yang bertujuan menstabilkan pasar, mendorong produksi, memperkuat daya beli masyarakat, serta memberikan pembaruan mengenai kemajuan program tersebut.
Sumber: Xinhua