Iran Tegaskan Tetap Jadi Penjaga Selat Hormuz Usai Pernyataan Trump

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan tetap menjadi "penjaga" Selat Hormuz menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam memberlakukan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Melalui unggahan di akun X pada Senin (13/7), Araghchi menyebut siapa pun yang menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz memang layak mendapatkan kompensasi.

"Presiden AS benar sekali. Siapa pun yang menyediakan jalur aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas layanan ini," kata Araghchi.

"Iran selalu menjadi PENJAGA Selat dan akan tetap demikian SELAMANYA," tambahnya.

Sebelumnya, Trump mengumumkan Amerika Serikat akan kembali menerapkan blokade terhadap Iran di Selat Hormuz sekaligus mengenakan biaya sebesar 20 persen kepada kapal-kapal yang menggunakan jalur tersebut sebagai imbalan atas jaminan keamanan dari AS.

Menanggapi rencana itu, Araghchi menilai besaran biaya yang diusulkan Washington terlalu tinggi.

"20 persen tentu saja terlalu banyak. Kami akan bersikap adil," ujarnya.

Pernyataan kedua pejabat tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait situasi di Selat Hormuz.

Hubungan kedua negara kembali memanas setelah aksi saling serang, meski sebelumnya telah tercapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka