Nilai rapotnya apa saja tidak terlalu penting. Yang penting kalian semuanya semangat untuk belajar. Oke? Karena itu sekali lagi, selamat kembali ke sekolah dengan semangat yang baru
Jakarta (KABARIN) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memberikan motivasi sekaligus menyampaikan tiga pesan kepada para siswa saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Srengseng Sawah 15, Jakarta, Selasa.
Dalam kunjungannya, Mu'ti memantau pelaksanaan MPLS, mengikuti senam bersama guru dan siswa, serta mengajak peserta didik memulai tahun ajaran baru dengan semangat dan antusiasme.
Ia berpesan agar para siswa kembali ke sekolah dengan semangat baru dan menikmati proses belajar bersama teman-teman yang baik.
"Nilai rapotnya apa saja tidak terlalu penting. Yang penting kalian semuanya semangat untuk belajar. Oke? Karena itu sekali lagi, selamat kembali ke sekolah dengan semangat yang baru," kata Mu'ti.
Pesan kedua yang disampaikan adalah pentingnya memiliki cita-cita sebagai bekal untuk meraih masa depan.
Dalam kesempatan itu, Mu'ti mengundang beberapa siswa ke atas panggung untuk berbagi impian mereka. Olivia mengaku ingin menjadi dokter umum, Ray bercita-cita menjadi astronot, sementara Yusuf ingin menjadi polisi.
"Apapun bercita-cita itu adalah harapan yang ingin kalian capai kalau nanti sudah dewasa," ujarnya.
Pesan ketiga adalah membiasakan penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari.
Mu'ti kemudian mengajak seorang siswa kelas 3A bernama Arka untuk menyebutkan tujuh kebiasaan tersebut.
"Bangun pagi, berolahraga, makan bergizi, bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, beristirahat, bermasyarakat," jawab Arka yang kemudian mendapat hadiah berupa sebuah tas.
Usai menyampaikan pesan, Mu'ti berinteraksi dengan para siswa dengan menanyakan makanan favorit, olahraga yang disukai, hingga makan bersama mereka.
"Alhamdulillah semuanya suasana ceria dan juga mereka juga semangat untuk kembali belajar," katanya.
Mu'ti juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan MPLS, termasuk Polri, dinas pendidikan, para guru, serta orang tua siswa.
Pada kegiatan tersebut, Polri turut memberikan edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman sekaligus mengajak para siswa mengikuti berbagai aktivitas permainan.
Sumber: ANTARA