Balikpapan, Kalimantan Timur (KABARIN) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai proyek revitalisasi kilang terbesar yang pernah dibangun di Indonesia.
“Ini adalah RDMP (revitalisasi) terbesar dalam sepanjang sejarah kita yang dibangun di Indonesia. Ini terbesar,” ujar Bahlil saat ditemui di Refinery Unit V Balikpapan, Senin.
Proyek raksasa dengan nilai investasi sekitar Rp123 triliun ini bertujuan memodernisasi kilang yang sudah ada. Lewat RDMP ini, kapasitas pengolahan minyak akan meningkat, kualitas BBM menjadi lebih ramah lingkungan, industri petrokimia terdorong, dan ketahanan energi nasional makin kuat.
“RDMP mempunyai makna tersendiri dalam konteks kedaulatan energi,” ujar dia.
Setelah rampung, Kilang Balikpapan bakal mampu mengolah hingga 360 ribu barel minyak per hari. Angka ini setara dengan sekitar 22 hingga 25 persen atau hampir seperempat dari total kebutuhan BBM nasional.
Dari sisi ekonomi, dampaknya juga sangat besar. RDMP Balikpapan diproyeksikan bisa menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan memberi kontribusi ke produk domestik bruto (PDB) nasional sampai Rp514 triliun.
Karena itu, peresmian RDMP Balikpapan menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada energi Indonesia.
Selain memperbesar kapasitas, proyek ini juga ditargetkan meningkatkan kualitas BBM menjadi standar Euro V dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm. Saat ini, kualitas BBM di kilang tersebut masih berada di level Euro II. Yield valuable product atau hasil produk bernilai juga akan naik menjadi 91,8 persen.
Produk yang dihasilkan dari Kilang RDMP Balikpapan nantinya mencakup BBM, LPG, dan produk petrokimia.
“Begitu diresmikan (oleh Presiden), maka insya Allah kita tahun ini tidak lagi melakukan impor solar. Ini dalam rangka mendorong kedaulatan energi,” kata Bahlil.
Ia juga mengingatkan bahwa terakhir kali pemerintah meresmikan proyek RDMP adalah pada 1994, tepatnya di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
“Sejak 32 tahun lalu terakhir kita meresmikan RDMP. Tepatnya pada tahun 94 di Jawa Barat, Balongan,” ujar Bahlil.
Presiden Prabowo Subianto sendiri dijadwalkan meresmikan proyek RDMP Kilang Balikpapan pada Senin. Dalam pidatonya saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang dipantau lewat YouTube Sekretariat Presiden, Presiden menegaskan bahwa proyek ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca juga: Presiden Prabowo Akan Meresmikan Kilang Minyak di Balikpapan
Sumber: ANTARA