Harga Emas Dunia Cetak Rekor Baru, Berpeluang Tembus 4.700 Dolar

waktu baca 3 menit

kenaikan ini dipicu kombinasi faktor politik Amerika Serikat (AS), kebijakan bank sentral, hingga memanasnya tensi geopolitik global

Jakarta (KABARIN) - Harga emas dunia kembali menembus rekor tertinggi, kini berada di 4.591 dolar AS per troy ounce, dan diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan sepanjang minggu depan.

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuabi menjelaskan di Jakarta, Selasa, bahwa kenaikan ini dipengaruhi kombinasi faktor, mulai dari situasi politik di AS, kebijakan bank sentral, hingga ketegangan geopolitik global.

Di Indonesia, lonjakan harga ini diikuti oleh emas Logam Mulia Antam yang kini dipatok di Rp2.651.000 per gram.

Secara teknikal, Ibrahim menyebutkan jika harga kembali turun, support pertama emas dunia ada di 4.553 dolar AS per troy ounce dengan harga LM di Rp2.620.000 per gram, dan support kedua berada di 4.516 dolar AS per troy ounce atau setara Rp2.580.000 per gram.

Sebaliknya, jika harga terus naik, resistance pertama diperkirakan 4.650 dolar AS per troy ounce dengan potensi LM mencapai Rp2.850.000 per gram, dan resistance kedua ada di kisaran 4.700 dolar AS per troy ounce.

"Berarti dalam minggu ini ada kemungkinan besar harga emas dunia itu akan tembus di 4.700 dolar AS. Logam Mulianya itu di Rp3.100.000," katanya.

Ibrahim menambahkan bahwa lonjakan emas dipicu ketidakpastian politik di AS, terutama isu yang melibatkan ketua bank sentral AS (The Fed) Jerome Powell menjelang pensiunnya Mei mendatang.

Selain itu, Kejaksaan Agung AS dijadwalkan memanggil mantan Gubernur The Fed Lisa Cook terkait pemecatannya oleh Presiden AS Donald Trump, yang berpotensi menambah ketegangan politik di AS, bersamaan dengan isu perang dagang dan agenda politik penting lainnya.

"Ketidakpastian politik ini membuat investor kembali mencari aset aman seperti emas," ujarnya.

Dari sisi moneter, meskipun data tenaga kerja AS menunjukkan pertumbuhan, Ibrahim melihat indikasi ekonomi mulai melemah, membuka peluang penurunan suku bunga lebih dari satu kali pada 2026.

"Berarti kalau seandainya di akhir-akhir masa jabatan Powell ada dua kali penurunan suku bunga, ini juga cukup bagus bagi fluktuasi untuk harga emas dunia," katanya.

Selain itu, ketegangan global juga menjadi faktor penguat harga emas. Konflik di Timur Tengah, demonstrasi besar di Iran, ketegangan Israel-Lebanon, serta potensi eskalasi perang Rusia-Ukraina membuat investor kembali memburu emas sebagai aset aman.

Di dalam negeri, pelemahan rupiah turut mendorong kenaikan harga LM Antam. Ibrahim memprediksi rupiah bisa melemah ke kisaran Rp16.820-Rp16.900 per dolar AS hingga akhir pekan ini.

"Kemudian masalah supply dan demand pun juga sama. Permintaan cukup banyak di dalam negeri, barangnya juga tidak ada. Sehingga ini yang mendongkrak harga logam mulia kembali mengalami penguatan," tuturnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka