Reza Pahlavi Siapkan Rencana Transisi Kekuasaan Iran

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi Islam 1979, mengungkap pihaknya tengah menyiapkan rencana transisi kekuasaan di Iran lewat Iran Prosperity Project dengan tahapan perubahan konstitusi dan pemilu nasional setelah “pencopotan” otoritas yang berkuasa saat ini.

Dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera yang dipublikasikan Selasa, Pahlavi menegaskan bahwa skenario ini sudah lama disiapkan.

Ia menekankan tidak akan ada kekosongan kekuasaan karena tahap awal rencana akan difokuskan pada langkah darurat selama 180 hari pertama untuk memastikan layanan publik dan keamanan tetap berjalan.

Tahap berikutnya adalah fase stabilisasi yang mencakup pemulihan fungsi negara, penyediaan layanan dasar, membangun kembali kepercayaan ekonomi, dan menjaga tata kelola pemerintahan dasar.

Setelah itu, Iran akan menjalani proses konstitusional yang diakhiri dengan pemilihan umum nasional.

Ketika ditanya soal ambisinya kembali berkuasa dan memulihkan monarki, Pahlavi menegaskan perannya netral dan tidak berpihak pada bentuk negara tertentu.

“Saya ingin rakyat Iran akhirnya dapat menggunakan hak mereka untuk memilih secara bebas,” ujar Pahlavi sambil menekankan bahwa masa depan sistem politik Iran harus sepenuhnya ditentukan oleh kehendak rakyat melalui mekanisme demokratis.

Pahlavi menambahkan, Iran Prosperity Project juga menyediakan peta jalan untuk pemulihan ekonomi dan reintegrasi Iran ke komunitas internasional dengan melibatkan lebih dari 100 pakar dari dalam dan luar negeri yang merancang kebijakan untuk memulihkan stabilitas ekonomi, membuka kembali hubungan internasional, dan menciptakan fondasi pertumbuhan jangka panjang setelah transisi kekuasaan.

Sementara itu, Iran tengah dilanda gelombang protes sejak akhir Desember 2025 akibat kekhawatiran inflasi tinggi dan melemahnya nilai tukar rial.

Aksi unjuk rasa meningkat sejak 8 Januari menyusul seruan dari Reza Pahlavi, dengan pawai protes yang berlangsung di sejumlah kota. Pada hari yang sama, akses internet dilaporkan diblokir, dan di beberapa wilayah demonstrasi berubah bentrok dengan aparat keamanan disertai teriakan slogan kritis terhadap pemerintah.

Otoritas Iran pada Senin menyatakan situasi kini sudah berhasil dikendalikan.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka