Trenton, Kanada (KABARIN) - Kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke China menghasilkan sejumlah kesepakatan, Kamis (15/1), dengan kedua negara menandatangani nota kesepahaman yang mencakup kerja sama di sektor minyak, gas, dan energi bersih.
Lawatan Carney itu menjadi kunjungan pertama perdana menteri Kanada ke China dalam delapan tahun terakhir dan menandai upaya Ottawa untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat (AS) sebagai mitra dagang utama.
Nota kesepahaman tersebut tidak mengikat China untuk membeli tambahan minyak atau gas alam dari Kanada. Namun, dokumen itu membuka ruang pembicaraan lanjutan di berbagai bidang, termasuk minyak, gas alam cair, dan gas petroleum, serta melanjutkan diskusi yang telah dilakukan sebelumnya, kata para pejabat.
“Mereka sangat jelas menyatakan keinginan untuk memperoleh lebih banyak produk Kanada,” kata Menteri Sumber Daya Alam Tim Hodgson kepada wartawan. Ia mendampingi Carney bersama delegasi menteri kabinet senior dalam kunjungan tersebut.
Kesepakatan lain mencakup ekspor makanan hewan peliharaan asal Kanada serta perluasan kerja sama di sektor pariwisata, demikian dilaporkan lembaga penyiaran publik CBC News.
Carney mengatakan Kanada dan China tengah berupaya 'meletakkan dasar bagi kemitraan strategis baru', seraya menambahkan bahwa kedua negara harus siap 'menghadapi tatanan dunia yang baru'.
Menteri Luar Negeri Anita Anand mengangkat isu tarif yang diberlakukan China terhadap daging babi, kanola, dan produk makanan laut asal Kanada. Ia menyebut pembicaraan dengan para pejabat China berlangsung 'produktif'.
Beijing memberlakukan tarif tersebut tahun lalu setelah Ottawa mengenakan bea masuk terhadap kendaraan listrik, baja, dan aluminium asal China.
Sebelumnya, Carney menyatakan dia memiliki target untuk menggandakan ekspor non-Amerika Serikat dalam 10 tahun ke depan.
Sumber: Anadolu
Sumber: Anadolu_OANA