Jakarta (KABARIN) - Keseharian kita bisa berdampak besar pada keseimbangan hormon, termasuk kelenjar tiroid. Tiroid punya peran penting dalam mengatur metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah, serta respons tubuh terhadap hormon lainnya, menurut John Hopkins Medicine.
Gangguan tiroid sendiri bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari hipertiroidisme, hipotiroidisme, tiroiditis Hashimoto, nodul atau tumor, hingga kanker tiroid. Dr. Ankita Tiwari, konsultan diabetes dan endokrinologi di Manipal Hospital, Bhubaneswar, membagikan lima kebiasaan sehari-hari yang bisa mengganggu fungsi tiroid.
1. Tidur kurang dari 7 jam
Kurang tidur bisa bikin kelenjar tiroid bekerja tidak normal. Tubuh butuh istirahat cukup agar hormon bisa “di-reset” dan sistem tubuh berfungsi optimal.
“Kalau terus-terusan tidur kurang dari 7 jam, ritme alami tubuh dalam memproduksi hormon tiroid bakal terganggu. Akibatnya, hormon tiroid mungkin tidak cukup atau tidak dimanfaatkan dengan optimal,” kata Dr. Tiwari.
2. Pola makan yang buruk
Diet ekstrem, melewatkan makan, atau konsumsi kurang dari 1.000 kalori per hari bisa bikin metabolisme melambat dan memengaruhi tiroid. Makanan olahan, gula tambahan, serta lemak jahat juga bisa memicu peradangan yang mengganggu keseimbangan hormon. Kekurangan nutrisi penting untuk produksi hormon juga bikin tiroid sulit bekerja maksimal. Selain itu, merokok, terlalu sering makan goitrogenik, konsumsi yodium berlebihan atau kurang, dan salah waktu minum obat tiroid juga bisa berdampak buruk.
3. Stres berkepanjangan
Stres kronis ternyata nggak cuma bikin mood down tapi juga bisa merusak fungsi tiroid. Tekanan stres terus-menerus mengganggu sistem pengatur tubuh yang memberi sinyal ke tiroid terkait produksi hormon.
4. Kurangnya aktivitas fisik
Gaya hidup pasif juga bisa memengaruhi kesehatan tiroid. Kurang gerak bisa bikin metabolisme terganggu dan memicu peradangan yang menghambat kerja tiroid.
5. Mengonsumsi suplemen yang tidak tepat
Suplemen nggak selalu aman, apalagi kalau dikonsumsi tanpa panduan yang benar. “Suplemen yang salah bisa lebih berbahaya daripada manfaatnya, apalagi kalau dipakai buat turunin berat badan atau nambah energi,” jelas Dr. Tiwari. Dia menekankan pentingnya konsultasi medis sebelum minum suplemen supaya efek samping nggak bikin masalah baru.
Sumber: Hindustan Times