Jakarta (KABARIN) - Healthy lifestyle advocate sekaligus pendiri SANA Studio Laila Munaf membagikan kiat menjaga nutrisi tubuh dan tetap aktif berolahraga selama bulan puasa agar kondisi tubuh tetap bugar dan tidak mudah lemas.
Dalam perayaan lima tahun program AIA Vitality di Plataran Menteng, Jakarta, Kamis, Laila mengatakan kunci menjaga kebugaran saat puasa adalah memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan yang hanya bersifat memanjakan selera.
“Kalau aku sudah bisa puasa dari subuh sampai maghrib, makan kurma saja sebenarnya badan sudah terasa oke. Yang penting isi dulu dengan makanan yang memang dibutuhkan tubuh, seperti protein, serat, dan lemak baik,” kata Laila.
Menurut dia, banyak orang mudah tergoda saat berbuka puasa karena melihat berbagai makanan menggugah selera dalam bentuk takjil bergula dan sarat tepung. Namun, ia menyarankan agar makanan yang masuk pertama kali ke tubuh adalah makanan yang bernutrisi agar rasa lapar dapat lebih terkendali.
Ia mencontohkan, menu sederhana seperti nasi dengan lauk berprotein seperti ayam atau telur tetap bisa menjadi pilihan, selama porsinya disesuaikan. Mengurangi porsi karbohidrat sederhana juga dapat membantu menjaga keseimbangan energi tubuh.
Setelah kebutuhan nutrisi dasar terpenuhi, seseorang masih bisa menikmati makanan favorit seperti gorengan atau takjil manis dalam porsi kecil sebagai bentuk keseimbangan.
Laila menilai pendekatan tersebut lebih realistis dibandingkan membatasi diri secara ekstrem terhadap jenis makanan tertentu.
“Bukan berarti tidak boleh makan gorengan atau makanan manis. Tapi penuhi dulu yang tubuh butuhkan, baru kalau masih ingin, boleh ambil sedikit. Kalau dilarang total justru biasanya tidak bertahan lama,” ujarnya.
Selain memperhatikan asupan makanan, ia juga menekankan pentingnya kesadaran saat makan atau mindful eating, misalnya dengan tidak menggunakan gawai ketika sedang makan agar tubuh lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi.
Terkait olahraga selama puasa, Laila mengatakan kegiatan fisik tetap bisa dilakukan dengan menyesuaikan waktu dan intensitasnya.
Menurut dia, waktu yang cukup ideal untuk olahraga adalah menjelang waktu berbuka puasa, misalnya sekitar 30–45 menit sebelumnya, sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi terlalu lama.
Selain itu, olahraga ringan hingga sedang juga dapat dilakukan pada pagi hari setelah sahur karena energi dari makanan masih tersedia. Alternatif lain adalah berolahraga setelah berbuka ketika tubuh sudah mendapat asupan energi.
Ia menambahkan, bagi orang yang belum terbiasa berolahraga, bulan Ramadhan justru bisa menjadi momentum untuk mulai bergerak dengan aktivitas ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau pilates.
“Mulai saja dari yang sederhana, seperti berjalan lebih jauh sedikit saat beraktivitas. Ramadan itu bulan refleksi, jadi justru bisa jadi waktu yang tepat untuk mulai menjaga kesehatan,” katanya.
Namun, Laila mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri mengikuti tren olahraga yang berpotensi mengganggu waktu istirahat, seperti berolahraga sebelum sahur jika hal tersebut membuat waktu tidur berkurang.
Ia menekankan bahwa tujuan utama dari gaya hidup sehat adalah menjaga keseimbangan tubuh secara menyeluruh, termasuk cukup tidur, makan dengan sadar, dan tetap aktif bergerak.
Sumber: ANTARA