Sembilan Pelajar SMK di Tulungagung Dirawat Usai Konsumsi MBG

waktu baca 2 menit

...Kami masih menelaah apakah keluhan ini murni akibat MBG atau dipengaruhi faktor lain

Tulungagung, Jatim (KABARIN) - Sembilan pelajar SMK Sore Tulungagung, Jawa Timur menjalani perawatan di Puskesmas Beji setelah mengeluhkan gejala gangguan pencernaan yang diduga muncul usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis.

Satgas MBG Tulungagung bersama Dinas Kesehatan setempat bergerak cepat dengan melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab munculnya keluhan tersebut.

Wakil Kepala SMK Sore Tulungagung Bidang Sarana dan Prasarana Ahmad Yuwan mengatakan sebanyak 2.627 pelajar di sekolah itu menerima MBG yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen I.

Ia menjelaskan distribusi MBG yang semula dijadwalkan pukul 09.00 WIB diundur menjadi pukul 10.00 WIB. Pelajar yang menerima MBG dibagi dalam beberapa kloter dan seluruh porsi makanan habis dikonsumsi.

"Sekitar satu jam setelah makan, sembilan pelajar mengeluhkan mual dan gangguan perut," kata Ahmad Yuwan.

Kesembilan pelajar tersebut, yang seluruhnya merupakan siswa kelas X, kemudian dirujuk ke Puskesmas Beji untuk mendapatkan perawatan. Menu MBG yang disajikan berupa nasi putih, katsu, dan buah jeruk.

Menurut Ahmad, secara kasat mata makanan yang disajikan tidak menunjukkan tanda-tanda basi dan juga telah dicicipi pihak sekolah sebelum dibagikan kepada pelajar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung dr. Aris Setiawan mengatakan pihaknya melakukan observasi langsung terhadap pelajar yang dirawat.

Ia menyebutkan keluhan yang dialami pelajar antara lain mual, mulas, muntah, dan diare, yang muncul sekitar satu jam setelah mengonsumsi MBG.

Namun, berdasarkan pengakuan sejumlah pelajar, sebagian di antaranya sempat mengonsumsi makanan dari luar sekolah sebelum MBG dibagikan.

"Kami masih menelaah apakah keluhan ini murni akibat MBG atau dipengaruhi faktor lain, karena ada pelajar yang sebelumnya sudah mengonsumsi makanan dari luar," kata Aris.

Aris menjelaskan perubahan jadwal distribusi MBG dilakukan karena jumlah sasaran di SMK Sore Tulungagung mencapai sekitar 2.900 pelajar, sementara kapasitas layanan SPPG Moyoketen I sebanyak 2.627 porsi, sehingga diperlukan penyesuaian waktu pendistribusian.

Dinas Kesehatan bersama Satgas MBG masih melanjutkan pemantauan dan pendataan terhadap pelajar untuk memastikan sumber keluhan serta mencegah kejadian serupa terulang.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka