Jakarta (KABARIN) - Pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum 2026 di Davos Swiss disebut menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra global yang bisa diandalkan. Indonesia dinilai tampil sebagai negara yang stabil, inklusif, dan siap tumbuh bareng komunitas internasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan hal tersebut lewat unggahan di akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Jumat. Menurutnya pesan utama yang dibawa Presiden Prabowo adalah pembangunan manusia sebagai fondasi utama strategi ekonomi nasional.
"Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra global yang stabil, inklusif, dan siap tumbuh bersama, dengan pembangunan manusia sebagai pusat strategi ekonomi nasional," kata Teddy.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut Teddy menjelaskan Prabowo juga memaparkan konsep ekonomi yang dijalankan pemerintah saat ini. Presiden turut menyampaikan sejumlah capaian nyata di tahun pertama pemerintahannya yang dikenal dengan sebutan Prabowonomics.
Dalam forum tersebut Prabowo menyinggung situasi global yang masih penuh ketidakpastian. Di tengah kondisi itu ia menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas sebagai syarat utama terciptanya pertumbuhan dan kesejahteraan dunia.
Presiden menegaskan bahwa kemakmuran tidak mungkin terwujud tanpa adanya perdamaian. Ia juga menjelaskan stabilitas yang dinikmati Indonesia bukan terjadi begitu saja melainkan hasil dari kebijakan yang dipilih secara konsisten.
"Indonesia secara konsisten memilih jalan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan," kata Prabowo.
Menurut Presiden Indonesia terus mengedepankan kolaborasi dan persatuan saat menghadapi berbagai persoalan baik di dalam maupun luar negeri.
"Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo juga memaparkan arah dan program-program utama pemerintahannya," kata Seskab Teddy.
Kehadiran Prabowo di WEF 2026 menandai kembalinya Presiden Indonesia ke forum tersebut setelah absen selama sekitar satu dekade. Presiden RI terakhir yang hadir adalah Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 dengan pidato bertema ekonomi hijau.
World Economic Forum sendiri merupakan ajang tahunan yang digelar sejak 1971 di Davos Swiss. Forum ini mempertemukan para pemimpin dunia, ekonom, akademisi, dan praktisi untuk berdiskusi soal tantangan ekonomi global saat ini hingga masa depan.
WEF diselenggarakan oleh organisasi nonpemerintah dan lembaga pemikir internasional yang bermarkas di Cologny Jenewa Swiss.
Sumber: ANTARA