Ada risiko masuknya Indonesia ke Board of Peace membuat friksi terutama di negara yang kontra, juga menunjukkan Indonesia condong pro AS. Harus dipastikan bahwa Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan negara yang kontra Board of Peace..,
Jakarta (KABARIN) - Sejumlah ekonom menyoroti potensi risiko bagi Indonesia setelah bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) gagasan Presiden AS Donald Trump, terutama terkait geopolitik dan dampak ekonomi yang mungkin muncul.
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara menekankan pentingnya Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang menolak dewan itu.
“Ada risiko masuknya Indonesia ke Board of Peace membuat friksi terutama di negara yang kontra, juga menunjukkan Indonesia condong pro AS. Harus dipastikan bahwa Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan negara yang kontra Board of Peace. Lebih banyak risiko polarisasi nya buat Indonesia,” kata Bhima di Jakarta, Jumat.
Senada, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai keterampilan diplomasi Indonesia akan sangat menentukan agar tetap terlihat netral dan tidak terlalu condong ke AS.
“Saya masih melihat bahwa dengan menerima Board of Peace ini, paling tidak dibawa ke tujuannya, yaitu untuk perdamaian di Gaza. Hanya saja, ada kekhawatiran (Indonesia terlihat) akan lebih condong atau disetir oleh pihak Amerika atau Trump. Nah, ini yang bergantung nanti dari kelihaian sisi diplomasi,” ujar Faisal.
“Jadi, bagaimana keahlian diplomasi untuk meminimalisir pressure atau pengaruh dari Amerika yang memang cukup represif terhadap negara-negara lain, bahkan termasuk pada aliansinya sendiri, allies atau sekutunya sendiri,” imbuhnya.
Meski demikian, posisi Indonesia di BRICS dinilai bisa menjadi penyeimbang sekaligus memberi ruang untuk memaksimalkan peran dalam Dewan Perdamaian.
Bergabungnya Indonesia juga diharapkan tetap membawa esensi perdamaian, yakni menghormati hukum internasional, melindungi hak asasi manusia, dan memastikan hak rakyat Palestina atas kemerdekaan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menandatangani Piagam Dewan Perdamaian di sela-sela agenda World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Prabowo menegaskan Dewan Perdamaian Gaza adalah peluang bersejarah bagi Indonesia untuk ikut mendorong perdamaian di Gaza dan memperjuangkan kebaikan bagi rakyat Palestina.
Sumber: ANTARA