Harga Emas Dunia Diprediksi Sentuh Rp168 Juta per Gram di 2030

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ekonom dan praktisi pasar modal, Dr Hans Kwee, memproyeksikan harga emas global bisa menembus angka 10.000 dolar AS per troy ons atau sekitar Rp168,38 juta pada 2030 mendatang.

“Emas itu 2030 diperkirakan masuk ke 10.000 dolar AS per troy ons, tapi ini masih empat tahun lagi dari sekarang. Tapi tahun ini saja targetnya 5.400 dolar AS per troy ons,” ujar Hans Kwee dalam acara edukasi wartawan tentang arah IHSG dan potensi gelembung AI di Jakarta, Jumat.

Menurut Hans, kenaikan harga emas bakal didorong oleh berbagai faktor, mulai dari pelemahan ekonomi global, kebijakan moneter yang longgar, sampai risiko geopolitik yang tinggi.

Selain itu, pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral, ekspektasi melemahnya dolar AS, dan permintaan dari sektor swasta turut mendorong tren ini.

“Jadi orang rame-rame beli emas,” kata Hans dengan gaya santai.

Ia menambahkan ketegangan geopolitik juga bikin investor mulai mengalihkan asetnya ke emas, meninggalkan instrumen lain, termasuk dolar AS. “Pasca perang Rusia dan Ukraina, dolar Rusia dibekukan, sehingga dunia itu menyadari kita nggak bisa megang dolar lagi,” jelasnya.

Selain investor, banyak bank sentral dunia juga ikut membeli emas. “Jadi kenaikan emas itu bukan cuma karena geopolitik, tapi karena dunia sedang berubah, meninggalkan dolar dengan memegang emas,” tambah Hans.

Proyeksi lembaga keuangan internasional seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, menunjukkan harga emas global bisa tumbuh 20 persen pada tahun ini. Bahkan, harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi di 4.966,59 dolar AS per troy ons pada Jumat pagi waktu GMT.

Di dalam negeri, harga emas Antam juga melonjak signifikan. Harga jual naik Rp90.000 dari Rp2.790.000 menjadi Rp2.880.000 per gram, sementara harga buyback ikut meroket ke Rp2.715.000 dari Rp2.635.000 per gram.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka