Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Jumat sore dengan tren turun karena pelaku pasar khawatir terhadap rencana perubahan metodologi perhitungan free float oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG berakhir melemah 41,16 poin atau 0,46 persen ke level 8.951,00. Sementara indeks LQ45, yang memantau 45 saham unggulan, turun 1,51 poin atau 0,17 persen ke 873,59.
“Pelemahan IHSG antara lain dipicu oleh antisipasi penerapan metodologi MSCI untuk penghitungan free float saham-saham Indonesia yang dikhawatirkan akan berdampak pada tekanan jual oleh investor asing, terutama terhadap saham-saham yang mayoritas dimiliki oleh institusi atau konglomerasi,” sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Rencana MSCI ini akan mengubah cara perhitungan free float saham emiten Indonesia agar bisa masuk indeks global. Mereka juga meminta masukan pasar terkait penggunaan Monthly Holding Composition Report dari KSEI sebagai referensi tambahan.
Proses konsultasi publik sudah ditutup pada 31 Desember 2025, dan hasilnya akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Jika disetujui, aturan ini akan diterapkan saat review indeks MSCI pada Mei 2026.
Perubahan ini penting karena akan memengaruhi emiten yang ingin masuk indeks MSCI. Selama ini, BEI hanya mencatat kepemilikan di atas 5 persen, sementara data KSEI juga mencakup pemegang saham di bawah 5 persen sehingga memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kepemilikan publik.
Sementara itu, bursa saham Asia secara umum menguat. Keputusan Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga 0,75 persen mendukung sentimen positif menjelang Pemilu Jepang pada 8 Februari 2026. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 40 tahun turun 4 bps ke 3,953 persen, meski obligasi jangka pendek mengalami kenaikan.
Di dalam negeri, IHSG dibuka melemah dan tetap berada di zona merah sepanjang perdagangan, termasuk sesi kedua.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor kesehatan menjadi yang paling kuat naik 0,83 persen, diikuti sektor infrastruktur naik 0,12 persen. Sebaliknya, sembilan sektor lainnya melemah, dengan transportasi & logistik paling terdampak turun 2,23 persen.
Saham yang paling menguat antara lain RMKO, BAIK, LPCK, TOOL, dan JAST, sementara yang paling melemah adalah PTRO, ZATA, DAAZ, MPPA, dan MAHA. Frekuensi perdagangan tercatat 3.319.645 transaksi dengan total 64,15 miliar lembar saham senilai Rp32,04 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 495 turun, dan 118 stagnan.
Di pasar regional Asia, indeks Nikkei naik 108,70 poin ke 53.797,60, Shanghai 13,58 poin ke 4.136,16, Hang Seng 119,54 poin ke 26.749,50, dan Strait Times melonjak 63,13 poin ke 4.891,45.
Sumber: ANTARA