Ubisoft Hentikan Enam Proyek Gim Termasuk Remake Prince of Persia

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ubisoft mengambil keputusan besar dengan membatalkan enam proyek gim, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time, sebagai bagian dari langkah restrukturisasi agar tetap kompetitif di pasar gim global.

Perusahaan asal Prancis itu juga menunda tujuh proyek lain dan menutup studio di Halifax, Kanada, serta Stockholm, Swedia. Restrukturisasi disebut akan terus berlanjut di beberapa negara lain.

Langkah ini memukul saham Ubisoft, yang anjlok hampir sepertiga dan mencapai titik terendah sejak 2011 dengan nilai perusahaan turun menjadi sekitar 590 juta euro, jauh dari puncaknya yang sempat lebih dari 10 miliar euro.

CEO Ubisoft, Yves Guillemot, menyebut industri gim AAA makin kompetitif dan selektif karena biaya pengembangan yang tinggi dan tantangan membangun merek baru. Ia menekankan gim AAA yang sukses masih punya potensi finansial besar.

Ubisoft juga memetakan operasionalnya ke dalam lima divisi kreatif berdasarkan genre untuk fokus pengembangan sekaligus menekan biaya.

Menurut ekonom industri gim Laurent Michaud, gim aksi petualangan seperti Prince of Persia saat ini kurang diminati pasar yang lebih mengarah ke gim tembak-menembak, gim kooperatif, olahraga, dan platform multi-pemain seperti Roblox. Ekspektasi pemain pun telah berubah drastis dalam satu dekade terakhir sehingga pengembang lama harus cepat beradaptasi.

Meski memiliki portofolio IP kuat, Ubisoft diingatkan bahwa kualitas gim saja tak cukup tanpa menyesuaikan diri dengan tren dan selera pasar.

Restrukturisasi ini muncul setelah beberapa tahun berat bagi perusahaan yang diwarnai penundaan perilisan, pembatalan proyek, dan kinerja keuangan melemah, termasuk masalah pelaporan keuangan pada November 2025 yang sempat menghentikan perdagangan saham sementara.

Sumber: The Guardian

Bagikan

Mungkin Kamu Suka