Total anggaran Rp1,8 triliun lebih untuk periode triwulan pertama Aceh, Sumut, Sumbar, sasarannya mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hasil pemutakhiran BPS
Jakarta (KABARIN) - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan anggaran lebih dari Rp1,8 triliun untuk program bantuan sosial reguler bagi warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang masih dalam proses rehabilitasi pasca-banjir.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa anggaran tersebut diperuntukkan bagi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako (BPNT) untuk triwulan pertama 2026.
"Total anggaran Rp1,8 triliun lebih untuk periode triwulan pertama Aceh, Sumut, Sumbar, sasarannya mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hasil pemutakhiran BPS," ujar Mensos saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui dua jalur yakni bank milik negara yang tergabung dalam Himbara dan PT Pos Indonesia. Menurut Kemensos, distribusi bantuan sosial reguler ditargetkan mulai Februari 2026 sesuai rapat koordinasi lintas kementerian sebelumnya.
BPNT diberikan senilai Rp200 ribu per bulan kepada setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total Rp600 ribu untuk triwulan pertama Januari-Maret. Sementara itu, besaran PKH berbeda-beda sesuai kategori penerima, mulai dari anak usia sekolah, lansia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas, ibu hamil, hingga anak usia dini, dengan nominal Rp225 ribu sampai Rp750 ribu.
Mensos Saifullah berharap bantuan sosial ini bisa tepat waktu dan tepat sasaran sehingga dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sumber: ANTARA