BNPB Pastikan 48 Rumah Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi

waktu baca 2 menit

Bandung Barat (KABARIN) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana memastikan 48 rumah warga yang terdampak longsor di Desa Pasi, Kabupaten Bandung Barat akan dibangun kembali dan direlokasi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut angka ini masih sementara dan bisa bertambah sesuai kondisi di lapangan.

“Data sementara rumah yang terdampak langsung ada 48 unit, yang harus dibangun kembali. Apakah nanti relokasinya terpusat atau mandiri, tentu akan disesuaikan. Angka ini juga bisa bertambah sesuai kondisi di lapangan,” ujar Suharyanto di Bandung Barat, Rabu.

Dalam satu sampai dua hari ke depan, warga akan dipindahkan ke hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan.

“Dana tunggu hunian itu bisa dimulai Januari, Februari dan Maret. Kalau sampai Maret rumah permanen belum selesai, akan diperpanjang,” kata Suharyanto.

Prioritas hunian sementara diberikan kepada warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat longsor. Pendataan calon penerima dilakukan berjenjang mulai dari RT, RW, desa, hingga pemerintah kabupaten, kemudian diverifikasi bersama BNPB.

“Dalam menentukan apakah satu lokasi masih layak dihuni, pemerintah daerah akan berkomunikasi dengan BNPB untuk melihat dari sudut geologi,” ujarnya.

Suharyanto menekankan hunian sementara bisa dibangun terpusat maupun mandiri, tergantung kesiapan lahan.

“Kalau terpusat, yang menyiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Hunian ini sifatnya sementara, bisa menggunakan tanah fasilitas umum atau meminjam lahan masyarakat yang lapang dan memungkinkan untuk dibangun,” tambahnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka