BCA Siap "Buyback" Saham Dengan Nilai Maksimal Rp5 Triliun

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA berencana membeli kembali sahamnya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan nilai maksimal Rp5 triliun termasuk biaya-biaya terkait.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung stabilitas pasar modal, meningkatkan kepercayaan investor, sekaligus memberi potensi pengembalian lebih optimal bagi para pemegang saham.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyebut buyback bakal berlangsung selama 12 bulan sejak disetujui RUPST yang dijadwalkan pada 12 Maret 2026.

BCA bisa mengakhiri program buyback lebih cepat dengan tetap mengikuti aturan dan regulasi yang berlaku.

Saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor dan pelaksanaan buyback ini tidak akan menurunkan modal di bawah batas minimum sesuai ketentuan OJK.

"Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan," ujar Hera.

BCA menegaskan tetap mematuhi prinsip good corporate governance dan semua regulasi yang berlaku dalam operasionalnya.

Per akhir Desember 2025, BCA dan entitas anak mencatat laba bersih Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari sisi kredit, total pinjaman tumbuh 7,7 persen menjadi Rp993 triliun dengan pertumbuhan rata-rata 10,8 persen sepanjang 2025.

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) BCA meningkat 10,2 persen menjadi Rp1.249 triliun, di mana dana giro dan tabungan naik 13,1 persen menjadi Rp1.045 triliun.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka