Rial Iran Anjlok ke Level Terendah Dalam Sejarah

waktu baca 1 menit

Teheran (KABARIN) - Mata uang Iran, rial, tercatat anjlok ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS pada Rabu (28/1). Dolar diperdagangkan di atas 1.580.000 rial di pasar domestik, naik dari sekitar 1.510.000 rial beberapa hari sebelumnya. Sejak awal bulan, rial sudah kehilangan sekitar 5 persen nilainya.

Nour News menyebut penurunan ini dipicu oleh ketegangan internasional, kebijakan ekonomi domestik, fluktuasi pasar global, serta tingginya permintaan terhadap mata uang asing di dalam negeri.

Pemerintah Iran menanggapi situasi ini dengan menunjuk kembali mantan gubernur bank sentral, Abdolnaser Hemmati, pada Desember lalu. Hemmati ditugaskan menstabilkan nilai tukar, menahan inflasi, dan memperbaiki ketidakseimbangan perbankan serta masalah korupsi. Meski nilai rial terus turun, Hemmati menilai pasar valuta asing sedang “mengikuti jalur alaminya”.

Anjloknya rial juga memicu keresahan publik. Bulan lalu, pedagang di Grand Bazaar Teheran menutup toko untuk memprotes nilai mata uang yang melemah dan rencana penghapusan subsidi bahan pokok.

Demonstrasi yang bermula pada 28 Desember itu menyebar ke berbagai wilayah dan memanas, dengan pemerintah menuding keterlibatan pihak asing, termasuk AS dan Israel, sebagai provokator kerusuhan.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka