Cipinang Melayu Terendam Banjir hingga 120 Cm Akibat Luapan Kali Sunter

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Banjir kembali merendam permukiman warga di RW 04 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis. Genangan terjadi akibat luapan Kali Sunter setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak malam sebelumnya.

Salah satu warga Cipinang Melayu, Mariam (60), mengatakan banjir mulai masuk ke rumah-rumah warga sejak dini hari.

“Iya banjir dari pagi tadi pukul 04.30 WIB, karena informasinya luapan Kali Sunter jadi cepat tinggi,” kata Mariam di Jakarta Timur, Kamis.

Air dilaporkan naik dengan sangat cepat hingga mencapai ketinggian 120 sampai 130 sentimeter. Genangan tersebut bahkan sudah masuk ke dalam rumah warga dan membuat aktivitas lumpuh total.

“Di dalam sedada saya, kalau di luar seleher bawah, ya sekitar 120-130 sentimeter,” ujar Mariam.

Ia mengungkapkan, meski air sempat berangsur surut perlahan, dirinya memilih tetap terjaga untuk memantau kondisi banjir. Untuk menghindari risiko, Mariam menyelamatkan anaknya ke lantai dua rumah dan memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih aman.

“Tadi bertahap surutnya sedikit-sedikit. Saya tidak tidur, menunggu air surut. Anak saya ke lantai dua,” katanya.

Menurut Mariam, banjir di wilayah Cipinang Melayu sudah menjadi kejadian yang berulang setiap kali hujan deras turun. Ia menduga luapan air berasal dari kiriman wilayah Bogor yang membuat Kali Sunter tak mampu menampung debit air.

“Setiap hujan pasti banjir, masuk rumah. Katanya sih dari Bogor, luapan Kali Sunter. Airnya cepat naiknya,” ujarnya.

Hingga Kamis siang, sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air benar-benar surut. Belum ada laporan resmi terkait jumlah rumah terdampak maupun warga yang mengungsi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat total 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis.

Yohan menjelaskan, banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1). Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan tinggi muka air di Bendung Katulampa hingga status Waspada atau Siaga 3.

Selain itu, sejumlah pos pantau menunjukkan peningkatan debit air yang memicu Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan meluap, sehingga berdampak pada permukiman warga.

“Ketinggian air yang masuk ke pemukiman penduduk, khususnya di Jaktim mencapai 1,3-1,5 meter. Sedangkan di Jakbar rerata 30 cm,” ujar Yohan.

Ia menegaskan, penyebab utama banjir kali ini adalah curah hujan tinggi serta luapan Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan. Warga pun diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka