Jakarta (KABARIN) - Pemerintah menyiapkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol guna mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Ramadhan dan Lebaran 2026.
Kebijakan itu mencakup potongan harga tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, transportasi darat, hingga tarif jalan tol.
"Untuk menjelang hari raya lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis.
Berbagai program tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat saat musim mudik Lebaran.
Selain insentif transportasi, ia mengatakan pemerintah juga menyiapkan program bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng.
"Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun MinyaKita senang siapkan juga, dan kita akan melakukan rapat koordinasi inflasi juga di bulan Juni tahun ini," ujar dia.
Adapun kebijakan diskon lintas moda sebelumnya diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Program itu dinilai mampu mendorong mobilitas, memperlancar arus perjalanan, serta menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional.
Realisasi program diskon transportasi selama Nataru menunjukkan capaian di atas target pada sejumlah moda.
Di sektor kereta api, diskon 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, mencakup 156 kereta reguler dan 26 kereta tambahan. Dari target 1,5 juta penumpang, realisasi mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen.
Pada angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar di luar asuransi dan pas pelabuhan selama 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program ini mencakup 25 kapal penumpang di seluruh trayek. Dari target 405 ribu penumpang, realisasi mencapai lebih dari 406 ribu penumpang atau sekitar 100 persen.
Untuk penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata. Program berlaku di 16 pelabuhan pada delapan lintasan selama 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Realisasi tercatat sekitar 206 ribu penumpang (90,9 persen dari target) dan 465 ribu kendaraan (94,5 persen).
Sementara di sektor penerbangan, insentif diberikan melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara. Kebijakan ini menurunkan tarif tiket pesawat sekitar 13-14 persen, dengan realisasi penumpang mencapai 3,7 juta orang atau 104,2 persen dari target 3,5 juta.
Sumber: ANTARA