Gotong Royong TNI dan Warga Aceh, Pemulihan Pascabencana Terus Dipercepat

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Di tengah sisa lumpur dan puing-puing bencana, harapan warga Aceh perlahan bangkit berkat kehadiran para prajurit TNI. Pasca-banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah, personel TNI terus menunjukkan dedikasi tanpa henti membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong, para prajurit turun langsung ke rumah-rumah warga, membersihkan lumpur tebal, memperbaiki bangunan yang rusak, hingga menyiapkan kembali hunian yang roboh agar bisa ditempati. Kehadiran mereka menjadi penopang moral bagi warga yang tengah berjuang memulihkan kehidupan.

Di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, personel TNI bahu-membahu membersihkan rumah milik Ibu Fatimah. Hingga Minggu, progres pembersihan telah mencapai 47 persen. Lumpur basah masih menumpuk di sejumlah ruangan, namun satu per satu diangkat menggunakan sekop dan cangkul.

Keringat mengalir di wajah para prajurit, namun tak mengurangi semangat mereka. Setiap ayunan sekop menjadi simbol kepedulian negara terhadap warganya yang terdampak bencana.

Di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, pemandangan pilu terlihat dari sebuah rumah kayu yang roboh akibat banjir bandang. Puluhan personel TNI terlibat memisahkan kayu-kayu bekas bangunan yang berserakan, untuk kemudian disiapkan sebagai material pembangunan ulang.

Meski debu beterbangan dan sisa puing menyulitkan pekerjaan, para prajurit tetap bekerja dengan penuh kehati-hatian demi keselamatan dan harapan pemilik rumah.

Upaya kemanusiaan juga berlangsung di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Di rumah milik Ibu Afasah, lumpur masih menutupi hampir seluruh lantai rumah. Dengan alat seadanya, personel TNI tanpa lelah memindahkan lumpur ke tempat pembuangan.

Suasana hangat tercipta di sela-sela kerja berat. Obrolan ringan dan alunan musik sederhana menemani proses pembersihan, menghadirkan rasa kebersamaan di tengah kesulitan.

Tak jauh dari lokasi tersebut, rumah Nek Nuriyah perlahan kembali memperlihatkan lantai dasarnya. Rumah bercat hijau itu menjadi saksi bagaimana setiap sekop lumpur yang diangkat membawa harapan baru bagi pemiliknya.

Hal serupa juga terjadi di rumah Ibu Cut Putri. Lumpur basah masih memenuhi setiap sudut ruangan, namun dengan sepatu boot dan tekad kuat, personel TNI terus menyekop tanpa mengenal lelah.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah rakyatnya. Di saat duka dan kehilangan melanda, uluran tangan para prajurit TNI tak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan masyarakat Aceh untuk bangkit dan melanjutkan hidup.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka