Moskow (KABARIN) - Iran berencana menuntut ganti rugi kepada Uni Emirat Arab setelah serangan Amerika Serikat yang disebut diluncurkan dari wilayah negara tersebut menimbulkan kerusakan.
Perwakilan tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyampaikan hal itu melalui surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Dalam surat tersebut, Iran menilai langkah yang dilakukan UEA di tingkat internasional bisa dikenai proses hukum.
Ia menegaskan bahwa tuntutan tersebut mencakup kompensasi atas berbagai kerugian yang dialami Iran akibat serangan tersebut.
Sebelumnya, Iran juga sempat memberi peringatan bahwa mereka bisa menyasar fasilitas energi di Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab sebagai respons atas serangan yang dilakukan Israel dan Amerika terhadap aset energinya.
Di sisi lain, pihak UEA mengungkapkan bahwa Iran telah menyerang fasilitas pengolahan gas Habshan serta ladang minyak Bab pada Rabu.
“Serangan ini merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran hukum internasional. UAE berhak sepenuhnya mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya, serta menjaga kepentingan nasionalnya,” tulis Kementerian Luar Negeri UAE di platform X.
Kementerian tersebut juga menilai serangan terhadap fasilitas penting itu sebagai ancaman langsung bagi stabilitas kawasan serta keamanan energi global.
Ketegangan ini berawal dari serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran pada akhir Februari, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Sumber: Sputnik_OANA