Korban Tewas Kapal Feri Tenggelam di Filipina Naik Jadi 40 Orang

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Jumlah korban meninggal dunia akibat tenggelamnya kapal feri penumpang-kargo M/V Trisha Kerstin 3 di perairan Filipina kembali bertambah. Penjaga Pantai Filipina melaporkan, total korban tewas kini mencapai 40 orang, Minggu (1/2).

Kapal tersebut tenggelam pada Senin malam saat berlayar dari Kota Zamboanga menuju Pulau Jolo di Provinsi Sulu. Insiden terjadi sekitar satu mil laut dari Provinsi Basilan. Sebelumnya, jumlah korban tewas dilaporkan sebanyak 36 orang.

“Jumlah total korban meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya MV Trisha Kerstin 3 adalah 40 orang,” demikian bunyi pernyataan resmi pihak berwenang setempat.

Penambahan jumlah korban terjadi setelah tim penjaga pantai menemukan tiga jenazah lagi dalam operasi pencarian yang masih terus berlangsung. Dua jenazah ditemukan di sekitar Pulau Baluk-Baluk, sementara satu jenazah lainnya ditemukan di dekat Pulau Lantavan, Provinsi Basilan. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke Kota Zamboanga untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Selain itu, pada Senin juga ditemukan jenazah seorang bayi perempuan berusia enam bulan. Jenazah bayi tersebut diserahkan kepada Dewan Provinsi Penanggulangan Risiko Bencana dan Manajemen Darurat Basilan sebelum akhirnya dibawa ke Kota Zamboanga.

Tenggelamnya M/V Trisha Kerstin 3 diduga kuat akibat masalah teknis. Padahal, saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan dalam keadaan baik. Hingga kini, penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan masih terus dilakukan oleh otoritas setempat.

Di tengah kabar duka ini, Penjaga Pantai Filipina mencatat sebanyak 316 penumpang berhasil diselamatkan dari insiden tenggelamnya kapal feri tersebut.

Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Filipina memastikan tidak ada warga negara Rusia yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Informasi tersebut disampaikan kepada kantor berita RIA Novosti.

Operasi pencarian korban yang belum ditemukan masih terus dilanjutkan, sementara pihak berwenang mengimbau masyarakat dan operator transportasi laut untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka