Prabowo Soroti Ancaman Perang Dunia III di Rakornas 2026

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran pemerintah pusat dan daerah soal kondisi dunia yang dinilainya semakin rawan konflik berskala besar.

Peringatan itu disampaikan Prabowo saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin.

“Sekarang di tingkat dunia, mengkhawatirkan akan terjadi Perang Dunia III,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa dampak perang besar tidak hanya dirasakan negara yang terlibat langsung. Negara lain yang berada jauh dari pusat konflik, termasuk Indonesia, tetap berpotensi terkena imbasnya.

Prabowo menyinggung berbagai kajian global yang menunjukkan perang nuklir bisa membawa efek berkepanjangan bagi lingkungan dan kehidupan manusia.

“Kita yang tidak terlibat saja pasti kena partikel-partikel radio aktif. Mungkin ikan-ikan kita akan terkontaminasi, semua akan terjadi nuklir winter dan menutup matahari tidak setahun-dua tahun, para ahli mengatakan bisa winternya itu puluhan tahun,” katanya.

Dalam situasi seperti ini, Presiden menegaskan Indonesia akan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, serta tidak berpihak pada blok atau pakta militer mana pun.

Menurutnya, sikap nonblok adalah warisan pendiri bangsa yang harus terus dijaga, dengan semangat membangun persahabatan seluas-luasnya.

Namun, Prabowo juga mengingatkan bahwa pilihan untuk tidak berpihak berarti Indonesia harus siap mengandalkan kekuatan sendiri jika menghadapi ancaman.

“Kalau kita sungguh-sungguh mau nonblok, mau tidak terlibat dalam pakta, mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri, kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, percaya sama saya,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kemandirian nasional dan keyakinan pada kemampuan bangsa sendiri, sebagaimana pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Prabowo menilai kondisi dunia saat ini jauh dari kata ideal, di mana kekuatan masih menjadi faktor utama dalam hubungan antarnegara.

Ia menegaskan tugas utamanya sebagai presiden adalah memastikan keselamatan bangsa dan melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Meski menegaskan Indonesia tidak menginginkan perang, Prabowo menyebut kesiapsiagaan tetap penting sebagai langkah antisipasi.

Ia juga mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia sejak dulu menjadi daya tarik bangsa asing, sehingga pengalaman sejarah penjajahan harus menjadi pelajaran agar Indonesia tetap waspada, mandiri, dan berdaulat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka