Jakarta (KABARIN) - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional mengalami kenaikan 1,73 persen secara tahunan di level 106,00 pada Januari 2026.
“Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Produk Makanan, Minuman dan Tembakau; Tekstil, Pakaian, dan Produk Kulit, yakni sebesar 2,37 persen,” kata Direktur Statistik Harga BPS Sarpono di Jakarta, Senin.
Namun jika dilihat secara bulanan dan tahun kalender, IHPB justru turun 0,28 persen. Kenaikan terendah tercatat pada Seksi Bijih Besi dan Mineral, Listrik, Gas, dan Air, yang hanya naik 0,73 persen.
Beberapa komoditas yang naik harga secara tahunan antara lain beras biasa, jagung, rokok atau sigaret kretek mesin (SKM), sapi potong, dan telur konsumsi ayam ras. Sementara itu, beberapa komoditas justru turun harga bulan ke bulan, seperti cabe merah, bawang merah, cabe rawit, telur konsumsi ayam ras, dan ayam pedaging.
BPS juga mencatat IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi naik 2,90 persen secara tahunan. Kenaikan ini terutama dipicu oleh harga kerikil, batu pecahan, kerangka atau kusen pintu dan jendela dari aluminium, pasir, dan tanah urug.
“Berdasarkan rinciannya, Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,88 persen. Disusul Kelompok Bangunan Lainnya yang naik 3,11 persen, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian naik 2,32 persen, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan, dan Pelabuhan naik 2,32 persen, serta Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum, dan Komunikasi yang meningkat 2,08 persen,” kata Sarpono.
Untuk bahan bangunan, beberapa komoditas tercatat naik secara tahunan, seperti kerikil 12,65 persen, batu pecahan 6,81 persen, kerangka atau kusen pintu dan jendela dari aluminium 21,30 persen, pasir 3,53 persen, dan tanah urug 7,13 persen. Sebaliknya, baja tulangan (besi beton) turun 1,15 persen, aspal turun 0,54 persen, dan paku turun 0,83 persen.
Sumber: ANTARA