Teheran, Iran (KABARIN) - Iran siap lanjutkan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat setelah Presiden Masoud Pezeshkian memerintahkan pembicaraan itu dilanjutkan, begitu laporan media Iran pada Senin.
Kantor Berita Tasnim menyebut pertemuan kemungkinan akan segera digelar dengan melibatkan pejabat senior dari kedua negara, meski waktu dan lokasi pastinya belum ditentukan. Negosiasi ini diperkirakan akan berada di level Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dari Iran dan utusan AS Steve Witkoff.
Belum ada pernyataan resmi dari kantor Presiden Pezeshkian soal perkembangan ini. Langkah tersebut muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengonfirmasi bahwa armada besar militer AS sedang menuju wilayah tersebut sambil memperingatkan Iran untuk masuk ke meja negosiasi soal program nuklirnya atau menghadapi kemungkinan aksi militer.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa negara regional, termasuk Turki, ikut turun tangan untuk meredakan ketegangan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan dalam konferensi pers di Teheran pada Senin bahwa mereka tidak menerima "ultimatum atau tenggat waktu apa pun" dari AS.
Iran dan AS sempat melakukan negosiasi nuklir tidak langsung pada Juni tahun lalu saat serangan Israel memicu konfrontasi militer selama 12 hari, yang membuat Iran menangguhkan pembicaraan dan menuding Washington bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sumber: ANAD