Selebriti Tampil dengan Pin “ICE OUT” di Grammy 2026 untuk Suarakan Perubahan

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Gelaran Grammy Awards 2026 di Crypto.com Arena, Los Angeles, Minggu malam menjadi sorotan tidak hanya karena penghargaan musiknya, tetapi juga karena sejumlah musisi mengenakan pin hitam-putih bertuliskan “ICE OUT”.

Selebriti seperti Billie Eilish, Justin dan Hailey Bieber, Finneas, Kehlani, serta penulis lagu Amy Allen terlihat memakainya, sebagaimana dilaporkan Hollywood Reporter.

Amy Allen menekankan pentingnya penggunaan pin itu mengingat visibilitas besar acara Grammy, yang menjadi momen tepat bagi publik figur menyuarakan perubahan di Amerika.

“Ini jelas merupakan malam dengan visibilitas besar, dan siapa pun yang punya kesempatan untuk menyebarkan pesan serta menyuarakan bahwa perubahan memang perlu terjadi di negara ini dalam banyak hal. Saya merasa perlu memakainya hari ini, dan saya berharap melihat banyak orang lain juga mengenakannya,” kata Allen.

Billie Eilish juga memanfaatkan momen saat menerima Grammy untuk lagu terbaik tahun ini untuk menyinggung situasi politik yang sedang berlangsung.

“Seberterima kasih apa pun saya, sejujurnya saya merasa tidak perlu banyak berkata, selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah hasil perampasan,” ujarnya.

“Sangat sulit untuk tahu harus berkata dan berbuat apa saat ini, dan saya merasa sangat berharap berada di ruangan ini. Suara kita benar-benar berarti dan manusia itu berarti,” tambah Billie.

Musisi Bad Bunny dalam pidatonya untuk album música urbana terbaik juga menyuarakan dukungan kampanye ICE OUT.

“Kami bukan orang liar, bukan binatang, bukan alien. Kami manusia dan kami orang Amerika. Kebencian akan semakin kuat jika dibalas dengan kebencian. Satu hal yang lebih kuat dari kebencian adalah cinta. Jadi kita harus berbeda. Jika kita melawan, kita harus melakukannya dengan cinta,” ujar Bad Bunny.

Pin-pin tersebut merupakan bagian dari kampanye yang digagas oleh American Civil Liberties Union (ACLU), Maremoto, National Domestic Workers Alliance, dan Working Families Power.

Ide pin ini bermula sekitar 36 jam sebelum Golden Globes pada 11 Januari dan kemudian semakin dikenal setelah beberapa insiden penembakan oleh agen ICE. Organisasi terkait menghubungi para selebritas dan akhirnya beberapa nama besar seperti Mark Ruffalo, Ariana Grande, Jean Smart, Natasha Lyonne, dan Wanda Sykes mengenakan pin tersebut di Golden Globes.

Nelini Stamp, Direktur Strategi Working Families Power, menjelaskan, “Tujuan kami adalah, jika orang-orang yang berkuasa tidak akan melakukan apa pun, maka kita perlu memastikan bahwa di setiap acara budaya, orang-orang melihat pesan ‘ICE OUT’ dan ‘BE GOOD.’”

Pin-pin ini juga muncul di Festival Film Sundance, Resonator Awards, dan Grammys Week, dipakai oleh musisi seperti Olivia Rodrigo, Dave Grohl, Olivia Wilde, Natalie Portman, dan Zoey Deutch.

Stamp menambahkan bahwa musik telah lama digunakan di Amerika sebagai media protes dan perlawanan. Selama masa jabatan kedua Presiden Trump, musisi seperti Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, dan band Semisonic juga mengecam penggunaan lagu mereka terkait kebijakan imigrasi.

Bahkan Bruce Springsteen dan Lady Gaga baru-baru ini mengekspresikan dukungan mereka terhadap komunitas yang terdampak ICE.

“Saya rasa komunitas ini, para musisi, telah berada di garis depan dunia hiburan dalam melawan apa yang terjadi dalam isu imigrasi,” ujar Stamp.

Pin “BE GOOD” dan “ICE OUT” mengikuti tradisi aksesori karpet merah yang sebelumnya digunakan untuk kampanye Time’s Up atau mendorong partisipasi pemilih. Stamp menekankan, tujuan pin ini adalah mempopulerkan tuntutan agar ICE disingkirkan dari komunitas.

“Saya hanya berharap orang-orang melihat itu dan berkata, ‘Saya juga bisa melakukan sesuatu jika mereka bisa melakukannya di salah satu panggung terbesar di dunia’,” tutupnya.

Sumber: Hollywood Reporter

Bagikan

Mungkin Kamu Suka