Wamenkes: Karantina Kesehatan Perlu Diperkuat untuk Cegah Virus Nipah

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya memperkuat karantina kesehatan untuk mencegah masuknya virus Nipah ke Indonesia, menyusul kasus yang muncul di India sejak September tahun lalu.

"Memang controlling ketat itu paling penting. Jadi controlling ketat, maka karantina kesehatan kita harus kita perkuat. Maka saya setiap ke airport di mana pun di Indonesia saya selalu ke Balai Karantina Kesehatan kita.

Saya mau cek di Cengkareng itu, di Airport Soetta itu di setiap terminal ada, baik kedatangan maupun keberangkatan. Jadi bagus saya perhatikan," kata Benjamin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Benjamin menjelaskan virus Nipah sangat mudah menular dan memiliki tingkat kematian tinggi, meski jumlah kasus globalnya relatif sedikit dan berbeda dengan COVID-19. Hingga saat ini, tercatat dua kasus di India, di mana pemerintah setempat langsung menerapkan pengendalian ketat termasuk pembatasan wilayah.

Negara lain, seperti Thailand, juga memperketat pengawasan di bandara mereka.

"Kalau Thailand sangat kencang tuh di airport-nya. Tapi India pun sudah langsung memblok karena mereka, kasusnya belum sampai 1.000 sih sejak tahun 1998. Jadi dia nggak seperti COVID, tapi kalau tertular sangat infeksius," ujar Benjamin.

Wamenkes menambahkan virus Nipah sejauh ini belum masuk ke Indonesia, namun kewaspadaan tetap harus dijaga lewat pengendalian ketat terutama di pintu masuk negara.

Virus ini biasanya memunculkan gejala demam dan panas, namun bisa berkembang menjadi infeksi berat di paru-paru yang menyebabkan pneumonia dan tingkat kematian tinggi.

"Jadi sangat membahayakan. Tapi di seluruh India baru dua orang tuh dari 1,5 miliar penduduknya, jadi ya kita waspadalah. Oke ya," pungkas Benjamin.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka