Gaza (KABARIN) - Hamas pada Selasa (3/2) menuding Israel terus membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza sehingga memperparah krisis bagi warga sipil yang mengungsi di tengah kondisi musim dingin yang semakin memburuk.
Juru Bicara (Jubir) Hamas Hazem Qassem dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Israel membatasi pasokan bahan bakar dan gas untuk memasak hingga jumlah yang sangat minim, melanggar perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Qassem membantah sejumlah laporan resmi Israel tentang pengiriman bantuan yang menyebutkan bahwa angka sebenarnya jauh di bawah separuh dari yang diumumkan.
Selain itu, Pertahanan Sipil Gaza dalam sebuah pernyataan mengatakan kekurangan bahan bakar telah membuat kendaraan mereka tidak dapat beroperasi, membatasi kemampuan mereka untuk menjalankan operasi kemanusiaan serta menyerukan sejumlah organisasi internasional dan badan kemanusiaan untuk (segera mengirimkan) pasokan bahan bakar darurat.
Sementara itu, sumber-sumber Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa seorang pria Palestina tewas akibat tembakan Israel di Khan Younis di Jalur Gaza selatan pada Selasa (3/2), bersamaan dengan serangan udara di sebelah timur kota tersebut serta pembongkaran bangunan perumahan di sebelah timur Kota Gaza.
Pihak Israel belum memberikan tanggapan terkait perkembangan itu.
Sejak gencatan senjata terbaru antara Israel dan Hamas berlaku pada 10 Oktober 2025, sebanyak 529 warga Palestina tewas dan 1.462 lainnya luka-luka, demikian menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza.
Sumber: Xinhua