Rumah di Jakarta Diminta Tidak Gunakan Atap Seng Lagi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar rumah susun (rusun) maupun rumah baru yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak lagi menggunakan atap seng. Kebijakan ini jadi bagian dari upaya memperbaiki tampilan kota sekaligus meningkatkan kenyamanan hunian.

“Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta udah nggak boleh lagi pakai seng,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota, Rabu.

Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari gagasan Presiden Prabowo Subianto soal proyek “gentengisasi”, yaitu gerakan mengganti atap seng dengan genteng sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.

“Jadi hal yang berkaitan dengan gentengisasi, tentunya DKI Jakarta akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden. Karena memang bagi Jakarta juga lebih baik,” ujar Pramono.

Meski begitu, Pramono belum menjelaskan lebih rinci soal nasib rumah-rumah di permukiman warga yang sudah terlanjur memakai atap seng. Ia juga belum menegaskan apakah nantinya atap seng di rumah warga akan ikut diganti dengan genteng atau tidak.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang mendorong adanya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau “gentengisasi”. Program ini digagas sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2), Prabowo menyoroti masih banyaknya rumah di Indonesia yang menggunakan atap seng.

Menurutnya, atap seng tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang enak dipandang, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena cenderung panas dan mudah berkarat.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyebut proyek gentengisasi nasional ini akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi. Nantinya, koperasi-koperasi tersebut akan dilengkapi pabrik genteng skala lokal dengan peralatan yang relatif terjangkau.

Bahan baku genteng pun dinilai mudah diperoleh karena berasal dari tanah yang bisa dicampur dengan material lain agar lebih ringan dan kuat. Dengan skema ini, proyek gentengisasi diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi di tingkat lokal.

Presiden menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia bisa berubah lebih indah dan bebas dari atap-atap seng berkarat yang selama ini dianggap sebagai simbol kemunduran.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka