Xi dan Trump Bahas Taiwan dalam Percakapan Telepon Terbaru

waktu baca 3 menit

Beijing (KABARIN) - Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump mengobrol soal hubungan kedua negara, termasuk isu Taiwan, lewat telepon Rabu malam (4/2) di tengah dinamika strategis dan ekonomi yang sedang berjalan.

Dalam pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri China yang diakses di Beijing, Kamis, Xi menekankan bahwa Taiwan adalah isu paling sensitif dan penting dalam hubungan China-AS.

“Taiwan adalah wilayah China,” demikian pernyataannya.

Sebelumnya, Xi dan Trump juga sempat berbicara lewat telepon pada 24 November 2025, sekitar sebulan setelah bertemu di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025.

Xi menegaskan China akan menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya serta tidak membiarkan Taiwan terpisah. Ia juga meminta AS bersikap bijaksana terkait penjualan senjata ke Taiwan.

Pada 17 Desember 2025, AS diketahui menjual senjata dan peralatan senilai lebih dari 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp183,9 triliun ke Taiwan, yang memicu protes keras Beijing.

Xi menilai pertemuan di Busan berhasil menentukan arah hubungan China-AS dan disambut positif oleh masyarakat kedua negara serta komunitas internasional.

“Saya sangat menghargai hubungan ini. Di tahun baru, saya berharap kita dapat mengarahkan hubungan China-AS dengan mantap melalui berbagai tantangan dan mencapai lebih banyak hal besar dan baik,” ujar Xi.

Ia menekankan China memiliki kekhawatiran seperti AS, tapi Beijing selalu menepati janji sehingga kata dan tindakan sejalan. Menurut Xi, jika kedua negara bekerja dalam semangat kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, maka jalan untuk mengatasi perbedaan akan selalu terbuka.

Xi menambahkan bahwa 2026 membawa agenda besar bagi kedua negara. China memulai Rencana Lima Tahun ke-15, sementara AS merayakan 250 tahun kemerdekaan. China menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC, dan AS menggelar KTT G20.

Xi berharap dialog diperkuat, perbedaan dikelola, dan kerja sama diperluas. Ia menargetkan 2026 menjadi tahun kemajuan menuju saling percaya, hidup berdampingan damai, dan kerja sama saling menguntungkan.

Sementara itu, Trump mengatakan AS dan China adalah negara besar dengan hubungan bilateral terpenting di dunia.

“Saya memiliki hubungan baik dan sangat menghormati Presiden Xi. Di bawah kepemimpinan kami, kerja sama ekonomi dan perdagangan berjalan baik, dan saya ingin melihat China berhasil,” kata Trump.

Trump menekankan AS ingin memperdalam kerja sama dan meraih lebih banyak kemajuan dalam hubungan bilateral. Ia juga menyatakan memahami sikap China soal Taiwan dan berharap kedua pihak terus berdialog serta menjaga hubungan tetap stabil selama masa kepresidenannya.

Sebelumnya, pada 15 Januari 2026, AS mengumumkan kesepakatan dagang dengan Taiwan terkait komitmen investasi 250 miliar dolar AS di sektor manufaktur semikonduktor dan teknologi AS, sebagai imbalan penurunan tarif impor Taiwan dari 20 persen menjadi 15 persen.

Selain itu, Taiwan sepakat memberikan tambahan jaminan kredit 250 miliar dolar AS untuk mendukung perusahaan kecil dalam rantai pasok chip agar berkembang di AS.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan target Washington adalah memindahkan 40 persen rantai pasok dan produksi chip Taiwan ke AS karena Taiwan merupakan produsen chip komputer paling canggih di dunia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka