ASDP Perkuat Jalur Laut Wakatobi untuk Dukung Wisata dan Ekonomi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - PT ASDP Indonesia Ferry mendukung konektivitas di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, untuk mendorong sektor pariwisata dan perekonomian lokal lewat layanan penyeberangan yang handal.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pihaknya melayani rute penyeberangan menuju Wakatobi dari Kamaru, Kabupaten Buton.

"Kehadiran layanan ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses distribusi barang serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah kepulauan secara berkelanjutan," kata Heru.

Menurut Heru, dukungan ini penting karena Wakatobi adalah salah satu permata bahari Nusantara yang terus menarik wisatawan sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

ASDP melalui Cabang Bau-Bau mengambil peran strategis memperkuat konektivitas antarwilayah dengan layanan penyeberangan andal. Heru menegaskan layanan ini bukan sekadar transportasi, tetapi juga jembatan ekonomi yang menghubungkan potensi daerah dengan peluang pasar lebih luas.

"Kami tidak hanya menghubungkan pulau ke pulau, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat. Lintasan menuju Wakatobi menjadi contoh bagaimana konektivitas laut mampu mendukung pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Heru.

Wakatobi dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia dengan kekayaan terumbu karang dan biodiversitas laut yang menakjubkan. Pulau-pulaunya seperti Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Hoga menawarkan pengalaman snorkeling dan diving yang autentik sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis pariwisata.

Selain wisata, Wakatobi juga punya potensi sumber daya pangan yang menopang ekonomi masyarakat. Hasil laut jadi andalan, ditambah produksi pangan lokal seperti ubi kayu, jagung, dan sagu yang dikelola secara berkelanjutan.

Transportasi laut yang lancar jadi kunci menjaga distribusi barang, stabilitas harga, dan kelangsungan aktivitas ekonomi di kepulauan.

General Manager ASDP Cabang Bau-Bau Zullivan Ramadhana menjelaskan saat ini ada lima lintasan komersial dan empat belas lintasan perintis dengan dukungan 14 kapal.

KMP Bahteramas II dan KMP Sultan Murhum II menjadi tulang punggung rute Kamaru-Wanci dan Kamaru-Kaledupa-Wanci-Tomia-Binongko.

Sepanjang 2025, layanan ini melayani lebih dari 14 ribu penumpang dan mengangkut sekitar 10 ribu kendaraan. Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan konektivitas sekaligus menegaskan peran strategis layanan penyeberangan dalam mendukung pariwisata dan ekonomi kepulauan.

Dengan armada yang siap dan layanan yang terus diperkuat, ASDP berkomitmen membangun konektivitas laut yang merata dan inklusif untuk memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelangsungan pariwisata bahari Indonesia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka